Lantas, Apa yang Sebenarnya Menewaskan MH?
Awalnya, kasus ini ramai karena ada laporan perundungan. Tapi polisi kemudian membongkar fakta lain. Setelah memeriksa banyak saksi, termasuk sejumlah dokter ahli, terungkap bahwa MH ternyata mengidap tumor.
"Korban meninggal dunia di RS Fatmawati dengan diagnosa penyakit tumor pada batang otak,"
kata Victor.
Rangkaian pemeriksaan medis itu cukup detail. Polisi mendatangi dokter spesialis anak, neurologi, mata, hingga dokter forensik. Dari situ, diketahui korban menderita tumor di otak kecilnya. Tumor inilah yang diduga menyebabkan gangguan pada saraf matanya.
Ceritanya berawal dari kunjungan penyelidik ke RS Fatmawati pada Kamis, 13 November 2025. Hasil MRI menunjukkan adanya tumor otak kecil itu. Keesokan harinya, Jumat (14/11), penyidik juga mendatangi klinik mata dan dua rumah sakit lain tempat MH pernah berobat.
"Dari hasil pemeriksaan tersebut, didapat hasil CT scan dan rontgen. Kemudian pada Minggu, 16 November 2025 sekitar pukul 07.00 WIB, korban meninggal dunia di RS Fatmawati dengan diagnosis penyakit tumor pada batang otak,"
jelasnya lebih lanjut.
Jadi, meski sempat diwarnai isu bullying, jalan panjang penyelidikan justru mengarah pada diagnosis medis yang menyedihkan. Dan dengan diversi, kasus ini pun ditutup dengan cara yang dianggap paling tepat untuk semua, terutama untuk anak-anak yang terlibat.
Artikel Terkait
Tragedi Malam Tahun Baru di Crans Montana: 40 Nyawa Melayang dalam Kebakaran Bar
Monas Dibanjiri 72 Ribu Pengunjung Saat Libur Tahun Baru 2026
Mendagri Tito Desak Aceh Percepat Data Rumah Rusak untuk Cairkan Bantuan
Prabowo Awali 2026 di Tengah Reruntuhan, Tinjau Langsung Pemulihan Korban Bencana