Ketua Satgas PRR Apresiasi DPR, Sebut Jumlah Pengungsi di Sumatera Turun Drastis

- Rabu, 18 Februari 2026 | 20:15 WIB
Ketua Satgas PRR Apresiasi DPR, Sebut Jumlah Pengungsi di Sumatera Turun Drastis

Apresiasi untuk DPR dan Laporan Progres Pemulihan Sumatera

Dalam sebuah rapat koordinasi di Gedung Nusantara IV DPR RI, Senayan, Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera menyampaikan apresiasinya. Dukungan dari Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI, menurutnya, punya peran krusial. "Dukungan tersebut sangat penting," ujarnya, menekankan bahwa hal itu demi optimalnya proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Sumatera yang terdampak.

Di forum itu, Tito membeberkan perkembangan terbaru. Kabar baiknya, angka pengungsi terus menurun drastis. Data BNPB per 17 Februari 2026 menunjukkan tren yang menggembirakan.

Di Aceh, misalnya. Jumlah pengungsi yang awalnya mencapai 1.418.872 jiwa, kini tersisa 12.144. Penurunan serupa terjadi di Sumatera Utara, dari 53.523 menjadi hanya 850 orang.

"Untuk Sumatera Barat pengungsi saat ini sudah 0 dari sebelumnya 16.164,"

kata Tito dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar warga telah kembali ke rumah mereka. Mereka mendapatkan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah, baik yang rusak ringan maupun sedang. Sementara untuk rumah berat atau yang hilang, warga masih menempati hunian sementara atau menerima dana tunggu hunian.

Namun begitu, pekerjaan belum usai. Tito menegaskan pemerintah dan semua pihak terkait masih terus bekerja keras. Fokusnya sekarang pada percepatan pemulihan infrastruktur memperbaiki jalan, jembatan, dan berbagai fasilitas publik yang rusak.

Di sisi lain, tantangan di lapangan ternyata beragam. Setiap daerah punya karakteristik sendiri. Ambil contoh daerah dataran tinggi yang dilanda longsor. Bencana itu bukan cuma merusak, tapi juga mengisolasi. Jalan tertimbun, jembatan putus.

"Tapi mereka terkunci. Itu membuat waktu itu awal-awal [daerah terdampak bencana] kesulitan logistik," imbuh Tito.

Ia melanjutkan, kondisi di pegunungan memang unik. "Di daerah pegunungan ini hampir tidak pernah ada sekian puluh tahun bencana seperti ini. Sehingga sistem logistik mereka itu mungkin tiga hari saja mampu."

Kendala semacam inilah yang mendorong koordinasi lebih intens. Satgas pun menjalin komunikasi dengan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Amran Sulaiman, hingga Perum Bulog. Tujuannya jelas: memastikan stok pangan dan logistik di daerah terdampak benar-benar aman dan mencukupi.

Rapat penting itu sendiri dihadiri banyak pejabat tinggi. Turut hadir sejumlah Wakil Ketua DPR RI seperti Sufmi Dasco Ahmad, Sari Yuliati, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal. Dari pemerintah, hadir Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih lainnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar