PAM JAYA Raih Platinum Award dan Peringkat 9 Dunia untuk Laporan Tahunan

- Rabu, 18 Februari 2026 | 20:05 WIB
PAM JAYA Raih Platinum Award dan Peringkat 9 Dunia untuk Laporan Tahunan

Prestasi internasional kembali datang menghampiri PAM JAYA. Perusahaan Daerah (Perseroda) yang mengurusi air minum warga Jakarta ini baru saja menggondol penghargaan bergengsi di Vision Awards - Annual Report Competition. Kompetisi yang dihelat oleh League of American Communications Professionals (LACP) itu menempatkan laporan tahunan PAM JAYA di posisi yang sangat membanggakan.

Tak tanggung-tanggung, tiga penghargaan sekaligus berhasil dibawa pulang dari ajang tersebut. Semua berkat Laporan Tahunan untuk Tahun Buku 2024.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, langsung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Bagi dia, ini buah dari kolaborasi solid seluruh jajaran perusahaan.

"Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras dan upaya cerdas seluruh tim PAM JAYA. Ini adalah pengakuan bahwa standar kerja kita telah diakui secara global,"

Demikian penegasan Arief dalam rilis tertulisnya, Rabu (18/2/2026).

Raih Penghargaan Tertinggi di Kategori Utilities

Kompetisinya ketat. Diikuti oleh berbagai perusahaan multinasional dari berbagai belahan dunia. Namun, PAM JAYA sukses meraih Platinum Award untuk kategori Utilities Multi/Water/Traders. Ini predikat tertinggi, alias juara umum, yang menilai keunggulan pelaporan secara menyeluruh.

Sebagai gambaran, posisi Gold Award diisi oleh Zhuzhou CRRC Times Electric Co., Ltd. Sementara perak atau Silver Award diperebutkan oleh nama-nama besar seperti CGN Power Co., Ltd, Dominion Energy, dan satu lagi dari Indonesia, PT PLN Indonesia Power.

Pencapaian ini jelas istimewa. Ia menempatkan laporan tahunan PAM JAYA di puncak untuk penyajian informasi dan komunikasi korporat di sektor utilitas. Sebuah catatan bagus untuk industri dalam negeri.

Nyaris Puncak, Masuk 10 Besar Dunia

Platinum Award ternyata bukan satu-satunya. PAM JAYA juga berhasil masuk dalam daftar Top 100 Reports Worldwide. Bahkan, posisinya sangat mentereng: peringkat ke-9 secara global. Posisi ini menyandingkannya dengan perusahaan-perusahaan kelas atas dunia dalam hal kualitas laporan tahunan.

Masih ada satu lagi. Technical Achievement Award juga berhasil diraih. Penghargaan ini khusus diberikan atas keunggulan teknis penyajian data, desain, dan narasi yang kreatif namun tetap mudah dicerna oleh publik dan stakeholder.

Namun begitu, di balik semua prestasi gemilang ini, Arief Nasrudin justru menegaskan satu hal: perusahaan tak boleh terlena.

"Kami tidak akan berpuas diri. Justru pencapaian ini menjadi pemacu semangat kami untuk terus meningkatkan kinerja, baik dalam aspek operasional maupun pelayanan air bersih kepada warga Jakarta, guna mencapai target 100 persen cakupan layanan pada 2029,"

Tambahan motivasi, begitulah kira-kira.

Lebih Dari Sekadar Piala

LACP yang berbasis di Amerika Serikat ini memang otoritas independen yang telah menyelenggarakan kompetisi sejak 2001. Penilaiannya ketat, fokus pada kejelasan narasi, aksesibilitas informasi keuangan, kreativitas desain, dan kejelasan pesan.

Maka, keberhasilan ini bukan cuma soal apresiasi estetika belaka. Ini adalah penegasan komitmen PAM JAYA dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Laporan tahunan yang transparan, informatif, dan berstandar global adalah bentuk pertanggungjawaban publik mereka.

Intinya, dengan torehan ini, PAM JAYA membuktikan bahwa sebagai BUMD DKI Jakarta, mereka mampu bersaing. Standar pelaporannya diakui dunia. Dan yang paling penting, semua itu dilakukan untuk akuntabilitas dalam menghadirkan air bersih bagi warga ibu kota.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar