Menurutnya, konsep seperti ini masih sesuatu yang jarang di Semarang. Di kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung mungkin sudah biasa, tapi di sini masih terhitung baru. "Nah, kita bawalah konsep ini ke Semarang biar agak lebih beda sih dengan countdown party pada umumnya," tuturnya.
Pemilihan tema 90-an juga bukan tanpa alasan. Niko melihat para tamu yang datang sangat beragam, lintas generasi. Mulai dari baby boomers, milenial, sampai Gen Z. Tema musik era 90-an dianggap bisa menjembatani selera semua kalangan itu.
"Jadi kalau saya lihat 90s tuh masih masuk ke semua generasi," jelasnya. "Malam ini kita ada tiga DJ, salah satunya ada satu DJ yang menyuguhkan lagu yang best 90-an."
Jadi, begitulah suasana pergantian tahun di hotel yang terletak di Jalan Gajahmada, Semarang Tengah itu. Sebuah pesta penuh warna dan tarian, tapi dengan volume yang justru diputar secara personal. Cukup berbeda, dan sepertinya berhasil mencuri perhatian.
Artikel Terkait
Bhayangkara FC Waspadai Persijap Jepara Meski dalam Momentum Positif
Polda Sumsel Bedah Rumah Warga Kurang Mampu dalam Rangka Hari Bhayangkara
Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar SIM Keliling di Lima Titik Jakarta
Marseille Kalahkan Metz 3-1, Pacu ke Posisi Tiga Klasemen Ligue 1