Malam pergantian tahun, saat sebagian besar orang bersiap merayakan, Presiden Prabowo Subianto justru memilih berada di tengah lokasi bencana. Ia menghabiskan malam tahun baru 2025 di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, untuk melihat langsung dampak banjir bandang yang melanda wilayah itu.
Dari rekaman yang beredar, terlihat Prabowo mengecek kondisi Jembatan Bailey yang menjadi akses vital. Tak hanya itu, ia juga menyempatkan diri mengunjungi posko kesehatan untuk bertemu dan menenangkan para korban.
Dalam kunjungannya, Prabowo tidak sendirian. Ia didampingi sejumlah menteri dan pejabat tinggi. Ada Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak. Mereka tampak serius mendiskusikan situasi di lapangan.
Sambil berjalan perlahan melintasi jembatan, Prabowo menyimak penjelasan dari Jenderal Maruli mengenai proses pembangunannya. Beberapa kali ia berhenti, bertanya, dan berdiskusi panjang dengan para pendampingnya. Rupanya, detail teknis menjadi perhatian utamanya saat itu.
Pemandangan di sekitar lokasi masih memprihatinkan. Sisa-sisa gelondongan kayu berserakan, beberapa rumah tampak porak-poranda diterjang air. Lumpur yang mengering masih menutupi sebagian area, menjadi saksi bisu kekuatan banjir bandang yang lalu. Sungai di bawah jembatan, ironisnya, kini terlihat kering kerontang.
Di tengah keseriusan peninjauan, ada momen yang menghangatkan. Kehadiran Prabowo rupanya disambut antusias oleh warga yang terdampak. Mereka berkerumun, berdesakan, dan tak henti-hentinya memanggil nama presiden mereka. Suara teriakan itu memecah kesunyian lokasi bencana, memberikan nuansa lain dari kunjungan kerja di akhir tahun.
Artikel Terkait
PDIP Tegaskan Posisi sebagai Penyeimbang Pemerintahan Prabowo
Warga Pidie Jaya Bergantung Bantuan Air Bersih Pasca Bencana
Iran Gelar Latihan Militer di Selat Hormuz Jelang Perundingan Nuklir dengan AS
Ribuan Biota Laut Mati Diduga Akibat Pencemaran, Aktivitas Nelayan Tangerang Terhenti