Tahun Baru di Tugu Kujang: Macet Parah dan Kerumunan Motor Warnai Malam Pergantian Tahun

- Kamis, 01 Januari 2026 | 03:50 WIB
Tahun Baru di Tugu Kujang: Macet Parah dan Kerumunan Motor Warnai Malam Pergantian Tahun

Suasana malam tahun baru di Tugu Kujang, Bogor, benar-benar berbeda tahun ini. Tidak ada panggung hiburan atau acara resmi dari pemkot. Tapi, justru itu yang bikin suasana unik. Kawasan ikon kota itu dipadati pengendara motor yang memilih merayakan tanpa turun dari kendaraan mereka.

Sejak lewat pukul 11 malam, kerumunan sudah mulai terlihat. Satu per satu motor berdatangan, lalu berhenti di tepi jalan. Mereka hanya duduk, menunggu, sesekali bersenda gurau dengan pengendara lain. Menurut sejumlah saksi, keramaian mulai terasa sejak jam 11 malam. Kendaraan berjubel, memenuhi badan jalan di sekitar tugu.

Meski tak ada acara khusus, daya tarik Tugu Kujang rupanya tak pudar. Warga tetap berbondong-bondong, menjadikannya titik kumpul untuk menyambut 2026. Suasana komunal itu yang dicari, tampaknya. Hanya berkumpul, merasakan keramaian bersama.

“Saya habis muter, tadi sempet mau ke Puncak tapi ternyata motor juga ngga bisa lewat ya. Akhirnya ya balik ke sini, ternyata seru juga, rame juga disini,”

Kata Erfan, seorang pengendara motor yang ditemani teman wanitanya. Ceritanya mewakili banyak orang yang mencari suasana tahun baru di luar rumah.

Ada juga yang datang dengan niat khusus. Seperti Alfian Nugraha (23). Dia sengaja melaju dari Ciampea hanya untuk merasakan momen di Tugu Kujang.

“Memang sengaja pengen ke sini dari rumah, sambil jalan-jalan. Tiap tahun memang tahun baruannya disini, seru juga, tetep ramai juga, ini juga mau langsung pulang juga sih,”

Ujarnya. Tradisi tahun baru di lokasi itu rupanya sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian warga.

Namun begitu, konsekuensinya jelas: macet parah. Arus kendaraan dari arah Terminal Baranangsiang menuju Otista dan dari RS PMI di Jalan Pajajaran praktis tak bergerak. Motor-motor yang berhenti di badan jalan jadi biang keruhnya. Petugas polisi kewalahan, terus menyuarakan imbauan agar pengendara terus melaju. Tapi imbauan seringkang tenggelam dalam riuh rendah suasana.

Di tengah kerumunan, meski dilarang, beberapa kali cahaya kembang api tiba-tiba menyambar di atas tugu. Sontak, semua handphone diangkat. Warga ramai-ramai mengabadikan momen spontan itu. Suasana pun makin semarak.

Keramaian baru benar-benar reda sekitar setengah jam setelah tahun berganti. Perlahan, arus lalu lintas di dua jalur utama Otista dan Pajajaran kembali mengalir normal. Kota Bogor pun memasuki tahun baru, meninggalkan kenangan malam yang riuh namun penuh warna di jantung kotanya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar