Potensi gelombang tsunami di Danau Maninjau, Sumatera Barat, kini jadi perhatian serius. BMKG baru-baru ini mengungkap hal itu, dan penyebabnya terkait dengan aktivitas di Segmen Kajai-Talamau.
Menurut Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Padang Panjang, Suaidi Ahadi, gempa maksimal 6,1 magnitudo dari segmen itu bisa memicu tsunami di danau tersebut. Meski begitu, dampaknya diperkirakan tidak akan signifikan.
"Segmen Kajai-Talamau ini jika terjadi gempa bumi maksimum 6,1 magnitudo maka ada potensi tsunami Danau Maninjau meskipun tidak signifikan," jelas Suaidi saat dihubungi di Padang, Rabu lalu.
Lalu, bagaimana mekanismenya? Suaidi memaparkan, guncangan gempa dari pergeseran patahan itu berisiko memicu longsoran di sekitar kawah dan tebing danau. Nah, longsoran material dalam volume besar inilah yang kemudian mendorong air danau, menciptakan gelombang tsunami.
"Longsoran itulah yang menyebabkan aktivitas tsunami," ucapnya.
Artikel Terkait
Empat Pekerja Tewas Terjatuh ke Bak Penampungan Air di Proyek Jagakarsa
Satgas PRR: Data Huntara Diperbarui Berkala untuk Pastikan Tak Ada Warga Tertinggal
Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Tiba di Kulon Progo Usai Gugur dalam Misi UNIFIL
Kemenag Jatim Raih Penghargaan Finalisasi Terbanyak dalam SPAN-PTKIN Award 2026