Selain personel, dukungan logistik juga digelontorkan. Sebanyak 51 ambulans dikirim ke wilayah bencana untuk mempercepat pemulihan dan evakuasi.
Di sisi lain, upaya kemanusiaan ini ternyata punya cakupan yang lebih luas. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebutkan, Polri telah menggelar ribuan kegiatan bakti kesehatan, bahkan hingga ke lokasi-lokasi terdampak paling parah.
"Sejumlah 403.658 masyarakat yang terlayani. Termasuk juga melakukan misi kemanusiaan luar negeri," kata Agus.
Ia juga menyoroti kinerja tim DVI yang dinilai sangat efektif. "Demikian juga operasi DVI dengan tingkat identifikasi hingga 96% dari 2023 sampai dengan 2025," pungkasnya.
Data terbaru dari BNPB per Selasa (30/12) memang menggambarkan betapa beratnya musibah ini. Korban tewas tercatat mencapai 1.141 orang di ketiga provinsi tersebut. Sementara itu, masih ada 399 orang yang harus mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.
Angka-angka itu, di tengah gencarnya operasi bantuan, menunjukkan betapa besarnya tantangan yang dihadapi di lapangan.
Artikel Terkait
Luhut: Pemerintah Digital Berbasis AI Kunci Hindari Jebakan Pendapatan Menengah
Dua Menteri Sosialisasikan Data Tunggal untuk Akurasi Bansos di Karawang
Ketua Komisi XI DPR Soroti Kondisi Pengungsi Bencana di Ramadan dan Jelang Lebaran
CT ARSA Foundation Luncurkan Roadshow Ramadan untuk Bantu Masyarakat Marjinal