"Jadi pada saat diperiksa, yang bersangkutan masih diperiksa sebagai saksi," ujar Alfano.
"Namun, ketika dicocokkan dengan keterangan saksi-saksi lain, terdapat ketidaksesuaian dengan fakta peristiwa," lanjutnya.
Tekanan investigasi akhirnya membuahkan hasil. Setelah pemeriksaan intensif, SI tak bisa lagi mengelak. Dia mengaku telah menusuk FH hingga tewas.
Lalu, apa motif di balik kekejaman ini? Ternyata, persoalan sepele soal bisnis. Alfano menyebut, pelaku sakit hati dan mendendam karena korban memintanya menghentikan usaha keripik pisang mereka. Usaha itu dianggap mandek, tidak ada perkembangan yang berarti.
"Motifnya, usaha keripik pisang tidak kunjung ada progres, kemudian pelaku juga disuruh berhenti dari usaha tersebut," papar Alfano.
Dari sebuah kemitraan bisnis yang gagal, berakhir pada tragedi berdarah. Kini, SI harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Artikel Terkait
Belanda Imbang Lawan Ekuador Usai Main dengan 10 Pemain Sejak Menit ke-12
Serangan Udara Israel Guncang Beirut Selatan, Mobil Dihantam Rudal Drone
Italia Tersingkir Lagi, Bosnia Lolos ke Piala Dunia 2026 Lewat Drama Adu Penalti
Israel Bantah Tudingan Sepihak Soal Tewasnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon