Keterangan lain datang dari Hendra, saudara kembar korban. Dia punya cerita yang lebih menyedihkan.
"Berdasarkan keterangan saksi kedua, Hendra, saat kebakaran terjadi korban terlihat dalam kondisi merenung di dalam kamar mandi. Saksi sempat berteriak meminta korban segera keluar," jelas Bambang.
Sayangnya, upaya itu tak membuahkan hasil. Korban malah berjalan menuju kamarnya. Saat itulah situasi jadi makin kacau. Api membesar dengan cepat, disertai letupan dan percikan api dari langit-langit. Hendra terpaksa menyelamatkan diri sendiri, berlari keluar rumah.
Korban tewas itu berinisial H, usia 37 tahun. Dia diketahui mengidap down syndrome. Selain korban jiwa, seorang pria lain berinisial S juga mengalami luka bakar di bagian belakang leher.
Pemadaman sendiri butuh usaha tak mudah. Petugas harus mengerahkan 15 unit mobil pemadam kebakaran. Barulah pada pukul 04.45 WIB, api berhasil dikendalikan. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses lebih lanjut.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan dan Mutilasi di Kios Ayam Geprek Bekasi
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi Tak Naik di April 2026
Belanda Imbang Lawan Ekuador Usai Main dengan 10 Pemain Sejak Menit ke-12
Serangan Udara Israel Guncang Beirut Selatan, Mobil Dihantam Rudal Drone