Dini hari yang sunyi di Jalan Purnawarman, Pisangan, berubah jadi mencekam saat kobaran api melahap sebuah bengkel. Peristiwa nahas itu merenggut nyawa satu orang. Lokasinya, yang juga jadi tempat usaha material, konon menyimpan banyak barang mudah terbakar. Hal ini diduga membuat si jago merah dengan cepat menjalar.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian.
"Lokasi kejadian merupakan tempat usaha material dan bengkel, sehingga terdapat banyak bahan yang mudah terbakar dan diduga mempercepat penyebaran api," ujarnya.
Menurut keterangan polisi, semua berawal sekitar pukul 01.20 WIB. Seorang saksi bernama Choi Wandi mencium bau aneh, seperti sesuatu yang terbakar. Bau itu rupanya berasal dari kamar sang korban.
Begitu dicek, dia langsung kaget. Api sudah menjilat-jilat bagian atas plafon pintu kamar. Tanpa pikir panjang, Choi berteriak minta tolong. Dia buru-buru ambil kunci gerbang untuk mengeluarkan orang-orang yang ada di lokasi.
Naluri untuk menolong membuatnya kembali masuk. Dengan membawa air, dia berusaha memadamkan api yang masih awal. Di tengah kepanikan itu, dia sempat melihat korban keluar dari kamar mandi. Dalam keadaan tak berpakaian, korban menuju ke ruang utama.
Keterangan lain datang dari Hendra, saudara kembar korban. Dia punya cerita yang lebih menyedihkan.
"Berdasarkan keterangan saksi kedua, Hendra, saat kebakaran terjadi korban terlihat dalam kondisi merenung di dalam kamar mandi. Saksi sempat berteriak meminta korban segera keluar," jelas Bambang.
Sayangnya, upaya itu tak membuahkan hasil. Korban malah berjalan menuju kamarnya. Saat itulah situasi jadi makin kacau. Api membesar dengan cepat, disertai letupan dan percikan api dari langit-langit. Hendra terpaksa menyelamatkan diri sendiri, berlari keluar rumah.
Korban tewas itu berinisial H, usia 37 tahun. Dia diketahui mengidap down syndrome. Selain korban jiwa, seorang pria lain berinisial S juga mengalami luka bakar di bagian belakang leher.
Pemadaman sendiri butuh usaha tak mudah. Petugas harus mengerahkan 15 unit mobil pemadam kebakaran. Barulah pada pukul 04.45 WIB, api berhasil dikendalikan. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses lebih lanjut.
Artikel Terkait
Mantan Kepala Desa Ditusuk Usai Salat Jumat di Bogor
Pendaftaran Kartu Layanan Gratis Dibuka Kembali di CFD Jakarta
Kapolri Lepas 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi Sumatera
Dewa United Tundukkan 10 Pemain PSM, Raih Kemenangan 2-0 di Parepare