Ia melanjutkan, menjelaskan sumber benda yang jatuh itu.
"Dampak tersebut diakibatkan salah satunya dari bangkai pesawat, yang kurang lebih 300 meter ini terbang, menimpa kepada rumah warga kami."
Menurut Sutisna, kalau dilihat dari bentuknya, benda yang terbawa angin dan menyebabkan kerusakan itu adalah bagian sayap. "Potongan sayap pesawat yang ada di kuburan pesawat tersebut, terbawa angin puting beliung," jelasnya.
Peristiwa ini tentu jadi peringatan. Di satu sisi, cuaca ekstrem memang bisa datang tiba-tiba. Namun di sisi lain, penyimpanan limbah atau barang bekas berukuran besar seperti badan pesawat rasanya perlu diperhatikan lagi keamanannya. Agar tidak justru jadi ancaman saat bencana alam menerjang.
Artikel Terkait
Pemerintah Serahkan Rp31,3 Triliun Hasil Penertiban Kawasan Hutan
Harga Emas Antam Naik Tipis, Batangan 1 Gram Tembus Rp2,86 Juta
Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Haji
Bhayangkara FC Waspadai Persijap Jepara Meski dalam Momentum Positif