Di Baubau, Sulawesi Tenggara, sebuah kejahatan mengerikan mengguncang masyarakat. Dua prajurit, keduanya masih belia berusia 19 tahun, diduga tega menghabisi nyawa seorang wanita berinisial WIN (23). Aksi mereka digambarkan begitu sadis.
Motif di balik pembunuhan ini, menurut penyelidik, berawal dari sebuah hubungan yang berujung pada kehamilan. Korban, yang merupakan pacar dari salah satu pelaku, disebut-sebut meminta pertanggungjawaban. Rupanya, permintaan itu justru berakhir tragis.
“Motifnya karena pacarnya hamil dan meminta pertanggungjawaban,”
kata Dandenpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, kepada awak media pada Jumat lalu.
Haryadi menjelaskan, Prada Y-lah yang punya hubungan asmara dengan korban. Sementara itu, Prada Z, yang merupakan rekan seunitnya, diduga ikut serta dalam aksi keji tersebut. “Prada Y dan korban memiliki hubungan pacaran,” ujarnya lagi, mempertegas keterkaitan antara pelaku dan korban.
Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berjalan. Kedua prajurit itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Denpom Baubau. “Untuk hal-hal lain masih kami dalami,” imbuh Haryadi, menandaskan bahwa masih banyak titik yang perlu dijelaskan dari kasus ini.
Lantas, bagaimana mayat korban bisa ditemukan?
Semuanya berawal dari sebuah kejadian di siang hari Minggu yang lalu. Seorang pengendara motor, MA (42), sedang beristirahat di sekitar Jembatan Kogawuna, Kelurahan Lakologou. Saat menatap ke bawah jembatan, pandangannya tertuju pada sesuatu yang mengerikan: sesosok jenazah terbaring tak bernyawa. Itulah WIN, korban pembunuhan yang kemudian menyibakkan misteri kelam ini.
Artikel Terkait
OJK Jatuhkan Denda Rp5,35 Miliar ke Influencer Saham BVN, Selidiki 32 Kasus Lain
Jadwal Imsak dan Salat Kota Jambi untuk 21 Februari 2026
Pangeran Andrew Ditahan dan Dilepas, Polisi Lanjutkan Penyidikan Dugaan Pelanggaran Jabatan
Menag Pimpin Salat Jumat Perdana dan Sampaikan Visi Masjid Modern di IKN