Serpihan Kapal Pinisi Ditemukan, Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya Masih Hilang

- Minggu, 28 Desember 2025 | 11:25 WIB
Serpihan Kapal Pinisi Ditemukan, Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya Masih Hilang

Hari kedua pencarian di perairan Labuan Bajo membuahkan temuan yang memilukan. Tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan badan kapal pinisi KM Putri Sakinah, yang tenggelam Jumat malam lalu. Serpihan itu tersebar hingga sejauh lima mil laut dari titik awal kejadian di sekitar Pulau Padar.

Kapal wisata itu diketahui membawa pelatih Tim B Wanita klub Valencia, Martin Carreras Fernando, beserta ketiga anaknya. Keempatnya, warga negara Spanyol, hingga kini masih dinyatakan hilang.

Menurut Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, upaya penyelamatan memang belum berhenti. "Pencarian terhadap empat korban yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Spanyol masih terus dilakukan," tegasnya, seperti dilaporkan Antara, Minggu (28/12/2025).

Sejauh ini, tim sudah berhasil mengevakuasi tujuh orang dari total sebelas korban. Artinya, masih ada empat jiwa yang belum ditemukan.

Fathur menambahkan, selain serpihan lambung kapal, tim juga menemukan barang-barang milik KM Putri Sakinah pada pencarian Sabtu (27/12) kemarin. Yang berhasil dikumpulkan antara lain tabung gas, beberapa puing, serta body kamar nakhoda. Temuan-temuan itu semakin mempertegas dahsyatnya kejadian.

Operasi pencarian sendiri melibatkan banyak pihak. Mereka menggunakan sejumlah perahu karet (RIB) dari Pos SAR Manggarai Barat, KSOP Labuan Bajo, Lanal Maumere, hingga Ditpolair Polda NTT. Sejak pagi hingga pukul enam sore waktu setempat, mereka menyisir perairan di utara Pulau Padar dengan harapan yang tak kunjung padam.

"Pencarian hari ketiga terhadap empat orang WNA Spanyol ini akan dilanjutkan pada esok hari," kata Fathur menegaskan.

Namun begitu, medan yang dihadapi tim SAR sama sekali tidak mudah. Fathur menjelaskan sejumlah kendala yang menghadang, mulai dari gelombang setinggi 0,25 hingga 1,5 meter, arus kuat di sekitar Pulau Padar, hingga hujan lebat yang mempersempit jarak pandang.

Meski demikian, semua tantangan itu rupanya tak menyurutkan langkah mereka. "Namun tidak menurunkan semangat tim SAR gabungan dalam proses pencarian," ungkapnya. Semangat itu yang terus mereka pacu, demi satu harapan: menemukan yang tersisa.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar