Unggahan itu sekaligus berisi ucapan selamat Natal darinya. Namun, pesannya keras. Trump menegaskan bahwa serangan-serangan lanjutan akan menyusul jika apa yang dia sebut sebagai 'pembantaian' itu terus berlangsung.
"Semoga Tuhan memberkati militer kita," lanjutnya. "SELAMAT NATAL untuk semua, termasuk para teroris yang tewas, yang akan bertambah banyak lagi jika pembantaian umat Kristen mereka terus berlanjut."
Di sisi lain, pemerintah Nigeria lewat Kementerian Luar Negerinya telah mengkonfirmasi insiden tersebut. Mereka menggambarkan serangan udara itu sebagai sebuah operasi 'tepat sasaran' yang ditujukan pada target teroris. Rincian pastinya memang masih simpang siur.
Dari pihak AS, Komando Afrika Departemen Pertahanan menyebut bahwa 'beberapa teroris ISIS' berhasil dilumpuhkan dalam serangan di negara bagian Sokoto. Mereka menekankan bahwa aksi ini dilakukan atas permintaan otoritas Nigeria sendiri. Meski begitu, angka korban tewas yang pasti tidak diungkap. AS sama sekali tidak mau menjelaskan berapa banyak orang yang jadi korban dalam serangan Natal itu.
Artikel Terkait
Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan dan Mutilasi di Kios Ayam Geprek Bekasi
Pria Lansia Disiram Air Keras Saat Berangkat Salat Subuh di Bekasi
Polisi Tangkap Penadah Baru dan Temukan Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Bekasi
NATO Tembak Jatuh Rudal Iran yang Masuk Wilayah Udara Turki