Lebih jauh, Suparman menekankan satu hal penting. Iman itu tak boleh berhenti di relasi personal dengan Tuhan semata. Ibadah dan doa harus punya dampak nyata, terlihat dari sikap dan tindakan kita terhadap sesama dan lingkungan.
"Jadi artinya ibadah personal itu harus punya efek ke ibadah sosial. Jadi ternyata Tuhan itu tidak melihat dari seberapa banyak kita berdoa kepada Tuhan. Tapi seberapa banyak kita melakukan aksi-aksi humanis kepada masyarakat kita, kepada lingkungan kita, itu yang ditunggu," kata Suparman.
Dia juga menyentuh soal kepedulian lingkungan. Ini disebutnya sebagai bagian tak terpisah dari tanggung jawab iman. Kerusakan alam dan berbagai bencana yang terjadi belakangan ini harusnya jadi peringatan. Agar kita tak lagi memperlakukan alam seenaknya, tapi merawatnya sebagai ciptaan yang patut dijaga.
Di akhir pesannya, Suparman mengajak semua umat untuk terus memupuk harapan, menjaga kerukunan, dan bijak menyaring informasi terutama yang berpotensi memecah belah.
"Sebagaimana disebutkan Tuhan bersama kita, Immanuel. Jadi bekerjalah dengan giat, sekolahlah dengan rajin, disertai dengan doa," pungkasnya.
Artikel Terkait
Israel Bantah Tudingan Sepihak Soal Tewasnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Pemerintah Siapkan WFH Nasional untuk Tekan Konsumsi BBM dan Selamatkan APBN
Trump Klaim Perang dengan Iran Akan Berakhir dalam 2-3 Minggu
Turki Akhiri Puasa 24 Tahun, Lolos ke Piala Dunia 2026