Turki Akhiri Puasa 24 Tahun, Lolos ke Piala Dunia 2026

- Rabu, 01 April 2026 | 05:45 WIB
Turki Akhiri Puasa 24 Tahun, Lolos ke Piala Dunia 2026

Turki Akhirnya Kembali ke Panggung Piala Dunia

Jakarta - Penantian panjang itu akhirnya berakhir. Timnas Turki memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Kosovo dengan skor 1-0 di Stadion Fadil Vokrri, Pristina, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Kerem Aktürkoğlu di menit ke-53 menjadi penentu kemenangan dalam final play-off jalur C kualifikasi zona Eropa itu.

Sudah 24 tahun mereka menunggu momen seperti ini. Terakhir kali Turki berlaga di ajang sepak bola terbesar sejagat adalah pada 2002. Kala itu, mereka malah bikin kejutan dengan finis di posisi ketiga. Prestasi yang sampai sekarang masih dikenang.

Menurut sejumlah saksi, suasana di lapangan tegang sejak awal. Turki langsung menancap gas, menunjukkan niat mereka untuk mengakhiri puasa panjang. Orkun Kökçü sempat melepaskan tendangan, tapi masih melenceng. Kosovo tak mau cuma jadi penonton. Mereka membalas dengan ancaman serius lewat Fisnik Asllani, sayangnya masih bisa diantisipasi kiper Ugurcan Cakır.

Babak pertama berakhir tanpa gol. Namun begitu, gawang Kosovo akhirnya bobol juga tak lama setelah turun minum. Aktürkoğlu, dengan tenang, memanfaatkan peluang di depan gawang dan melepaskan sukacita bagi seluruh pendukung Turki.

Gol itu seperti tamparan bagi Kosovo. Mereka langsung berubah, menekan lebih keras. Serangan demi serangan dilancarkan untuk membongkar pertahanan Turki yang tampak solid. Tapi upaya mereka mentok. Lini belakang Turki bermain disiplin, menutup setiap celah dengan rapat.

Di sisa waktu, strategi Turki jelas: bertahan. Mereka memilih untuk mengamankan keunggulan tipis itu. Dan itu berhasil. Peluit panjang akhirnya berbunyi, menandai kemenangan bersejarah sekaligus tiket ke Amerika Utara.

Nasib sudah ditentukan. Pada Piala Dunia 2026 nanti, Turki akan bergabung di Grup D bersama Amerika Serikat, Paraguay, dan Australia. Tantangan yang tidak mudah, tapi setidaknya mereka sudah ada di sana.

Di sisi lain, meski gagal, Kosovo patut dapat acungan jempol. Ini adalah pencapaian terbaik mereka sejak merdeka pada 2008. Pertama kalinya mereka bisa melaju sejauh ini, sampai ke final play-off. Sebuah langkah besar untuk negara muda itu.

Malam di Pristina itu jelas milik Turki. Sebuah kebangkitan. Setelah lebih dari dua dekade, mereka kembali. Panggung dunia menunggu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar