Ungkapnya dengan nada yakin.
Bukan Cuma Mengatur Arus
Ada sekitar 60 orang yang terpilih. Tugas mereka jauh dari kata mudah. Dari pagi, Mang Apip sudah harus berjibaku dengan klakson dan laju kendaraan. Fokusnya satu: melancarkan arus lalu lintas yang nyaris selalu macet.
Tapi pekerjaannya tak berhenti di situ. Ia juga kerap membantu para pejalan kaki yang kesulitan menyeberang. Lalu, ada tugas lain yang tak kalah penting: mengawasi dan mengantisipasi munculnya joki-joki liar. Keberadaan mereka seringkali justru meresahkan pengendara dan wisatawan yang sedang dalam perjalanan.
Secara resmi, jadwal mereka berakhir pukul empat sore. Namun, Mang Apip mengaku, hati nuraninya tak tegas mengikuti jam itu. "Cuman ketika memang keadaan jalannya crowded kita memang secara hati nurani pengen ngebantu ya pasti kita ngebantu sampai terurai kemacetan itu,"
Katanya sambil tersenyum. Bagi mereka, pekerjaan ini selesai bukan ketika jam pulang tiba, melainkan ketika lalu lintas akhirnya benar-benar lancar.
Artikel Terkait
Nasib Ribuan PPPK Terancam Imbas Kebijakan Efisiensi Anggaran
InJourney Pacu Integrasi 6 Lini Bisnis untuk Dongkrak Pariwisata Nasional
Anak NTB di Ujung Layar: Perlindungan Digital Jadi Tantangan Mendesak
Serangan Iran ke Pembangkit Kuwait Tewaskan Pekerja India