Sebuah video yang memilukan beredar luas di media sosial. Tampak sejumlah pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat, memohon pertolongan. Mereka diduga menjadi korban perdagangan orang atau TPPO yang terjebak di Kamboja.
Video berdurasi sekitar satu setengah menit itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook @Ucu Irma. Dalam rekaman yang cukup jelas, delapan lelaki terlihat duduk berhimpitan di dalam sebuah ruangan. Suasana tertekan jelas terpancar dari raut wajah mereka.
Salah seorang dari mereka, yang tampil sebagai perwakilan, kemudian menyampaikan permintaan tolong yang menyentuh. Permohonan itu ditujukan langsung ke sejumlah pejabat tinggi.
Menurut pengakuan mereka, awal ceritanya adalah janji manis. Mereka diiming-imingi pekerjaan sebagai staf pemasaran produk laptop. Nyatanya? Semua itu bohong. Di tempat tujuan, mereka justru dipaksa melakukan penipuan online terhadap saudara sebangsanya sendiri di Indonesia.
Sekarang, keadaan mereka benar-benar sulit. Bekal hidup sudah menipis, sementara harapan untuk pulang masih menggantung. "Kami ingin segera pulang ke Tasikmalaya. Bekal kami sudah habis. Saat ini masih dalam proses KBRI, tetapi kami harus menunggu," lanjut korban dalam video itu. Rasanya seperti terjebak dalam labirin tanpa jalan keluar.
Artikel Terkait
Kapospam Tugu Yogyakarta Meninggal Diduga Kelelahan Saat Operasi Ketupat
Bank Indonesia Perluas QRIS ke Korea Selatan Mulai April 2026
Pemerintah Targetkan 101 Sekolah Rakyat Selesai Juni 2026
Deputi KPK Ucapkan Terima Kasih Atas Laporan Dugaan Pelanggaran Etik MAKI