Banjir besar yang menerjang Aceh Timur memang telah menyisakan banyak persoalan. Akses ke sejumlah wilayah lumpuh total, termasuk ke Kecamatan Pantee Bidari. Tapi, upaya untuk menjangkau warga yang terisolasi tak boleh berhenti. Akhirnya, gabungan tim dari Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri dan TP PKK Pusat berhasil menembus kawasan itu. Tujuannya jelas: mempercepat penyaluran bantuan yang sangat dibutuhkan.
Di antara lokasi yang paling parah terdampak adalah Gampong Blang Seunong. Di sinilah fokus penanganan mereka. Safriati Safrizal, Ketua Bidang IV TP PKK Pusat, menegaskan bahwa kehadiran langsung di lapangan adalah bentuk komitmen nyata. "Kami ingin memastikan masyarakat di sini tidak merasa ditinggalkan oleh negara," ujarnya.
"Meski akses terbatas dan kondisi medan cukup berat, kami memastikan tim tetap hadir untuk melihat langsung kebutuhan warga,"
kata Safriati dalam keterangan tertulisnya, Rabu lalu.
Gambaran situasinya cukup memprihatinkan. Banjir dengan ketinggian yang disebut-sebut mencapai belasan meter itu tak hanya merendam permukiman. Banyak rumah hanyut atau rusak parah terseret arus deras. Jalan-jalan menuju lokasi pun rusak, memutus akses sama sekali. Bahkan hingga kini, listrik belum sepenuhnya pulih. Bayangkan kesulitan warga saat malam tiba, ditambah dengan terganggunya pelayanan dasar di posko-posko pengungsian.
Artikel Terkait
Arab Saudi Tembak Jatuh 10 Drone di Tengah Eskalasi Konflik Regional
Trader Ritel Indonesia Sering Terjebak Bereaksi Berita Geopolitik di Pasar Forex
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Dimakamkan dengan Upacara Militer di Kalibata
MUI Tegaskan Peran Keluarga Krusial Dampingi PP Tunas Lindungi Anak di Dunia Maya