Nah, dari situ muncul rongga di bagian atas, kira-kira 35-37 sentimeter. Dari luar, ya, memang tampak seperti kotak kosong. Padahal sebenarnya, barang bantuannya sudah terikat dan terpatri rapi di bagian dasar kotak.
Ada alasan logis di balik pengisian yang tidak penuh ini. "Batas maksimal berat helibox adalah 5 kilogram," jelasnya. Kalau diisi sampai penuh, beratnya bisa melonjak sampai 9 kilogram. Risikonya, helibox bisa rusak saat dijatuhkan dari udara. Makanya, pengisiannya tidak boleh sampai ke bibir kotak.
Inilah yang rupanya sering memicu salah paham.
Letkol Supriyanto berharap klarifikasi ini bisa meluruskan informasi yang beredar. Proses penyaluran bantuan udara, menurutnya, sudah melalui tahapan yang tertib dan berlapis. Semua demi memastikan bantuan itu benar-benar sampai ke tangan warga yang terdampak bencana.
"Mudah-mudahan ini memberi pemahaman kepada kita semua, sehingga tidak terjadi salah tafsir atau sangkaan yang menyimpang dari kenyataan,"
Katanya menutup penjelasan.
Artikel Terkait
Iran Luncurkan Rudal ke Yerusalem, Israel Klaim Berhasil Patahkan Sebagian
Kim Jong Un Tegaskan Status Nuklir Korea Utara Harga Mati, Sebut Korsel Musuh Utama
Apple Umumkan WWDC 2026 Digelar 8-12 Juni, iOS 27 dan OS Lainnya Diprediksi Meluncur
Jalan Nirmala Berefek, Desa Malasari di Bogor Ramai Pengunjung Saat Lebaran