Menyambut puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru, pemerintah memastikan kesiapan penuh infrastruktur jalan di Banten. Fokus utamanya adalah pada koridor vital yang mengarah ke Pelabuhan Merak gerbang utama penyeberangan antara Jawa dan Sumatera.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memberikan gambaran konkret. Di Banten, jaringan jalan nasional yang dikelola kementeriannya membentang sepanjang hampir 568 kilometer. Kabar baiknya, kondisi 96,76 persen dari ruas tersebut dinyatakan mantap. Tak hanya jalan, lebih dari 220 jembatan juga siap menopang arus kendaraan yang membludak.
"Sementara itu, panjang jalan tol operasional di Banten mencapai 204,78 km, yang menjadi tulang punggung konektivitas menuju pelabuhan penyeberangan dan kawasan industri strategis di wilayah barat Pulau Jawa,"
ujarnya dalam sebuah pernyataan tertulis, Selasa lalu.
Di lapangan, persiapan sudah berjalan. Primawan Avicenna, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, menjelaskan bahwa personel dan peralatan telah disiagakan di titik-titik rawan. Mereka tak mau kecolongan.
"BPJN Banten menyiapkan posko Nataru yang tersebar di jaringan jalan nasional. Pada setiap posko tersebut juga disiagakan Disaster Relief Unit (DRU) berupa alat berat dan tim tanggap darurat untuk mengantisipasi kejadian kebencanaan maupun gangguan lalu lintas,"
jelas Primawan.
Secara rinci, ada 8 posko yang tersebar, dengan satu posko utama yang ditempatkan strategis di Simpang Gerem, Cilegon dekat dengan Merak. Selain itu, unit DRU dengan peralatan lengkap seperti excavator, dump truck, hingga jembatan darurat Bailey siap di 10 lokasi berbeda. Timnya siaga 24 jam.
Strategi pengaturan arus juga diperketat. Untuk menghindari penumpukan di satu titik, kementerian mengalihkan arus kendaraan melalui tiga pelabuhan. Skema pembagiannya cukup jelas: Merak untuk mobil dan bus, Ciwandan melayani sepeda motor serta truk pengangkut BBM dan sembako, sementara Pelabuhan BBJ Bojonegara dikhususkan bagi truk barang dan logistik.
Akses menuju ketiganya pun sudah dipetakan. Menuju Merak, arus dari tol bisa dialirkan melalui beberapa exit utama seperti Exit Tol Merak KM 98, Cilegon Barat, atau Cilegon Timur. Sementara jalan nasional seperti ruas Serdang–Bojonegara–Merak dan Jalan Lingkar Selatan Cilegon akan menopang akses ke pelabuhan pendamping.
Menurut Primawan, secara umum kondisi akses jalan menuju pelabuhan ini cukup baik, dengan tingkat kemantapan antara 84 hingga 98 persen. Meski begitu, perhatian ekstra tetap diberikan pada ruas-ruas yang sering dilintasi truk berat dari kawasan industri.
Dengan semua persiapan ini mulai dari kondisi jalan, posko siaga, hingga skema penyeberangan yang terbagi PU merasa optimistis. Mereka yakin arus mudik kali ini bisa berjalan lebih lancar dan terkendali. Dukungan juga datang dari pemanfaatan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di ruas tol Tangerang-Merak untuk mengurangi kelelahan pengemudi.
Nyaris semua lini telah disiapkan. Tinggal menunggu ujiannya di hari-hari puncak nanti.
Artikel Terkait
Prabowo Ingatkan Kader Gerindra Jaga Uang Rakyat, Tak Ada Perlindungan Bagi Pelanggar Hukum
Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2025 Lampaui Target, Capai 15,39 Juta
KPK Tetapkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Tersangka Suap Percepatan Eksekusi Lahan
KPK Tangkap Ketua PN Depok Terkait Suap Pengurusan Lahan Rp850 Juta