Menyongsong arus mudik Natal dan Tahun Baru, suasana di Pelabuhan Roro Desa Air Putih tampak berbeda. Polres Bengkalis bersama jajaran Forkopimda tak mau lengah. Mereka bergerak cepat untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik, berjalan tanpa kendala. Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari Operasi Lilin Lancang Kuning 2025.
Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan, memimpin langsung pengecekan Pos Terpadu di lokasi. Ia ingin memastikan semuanya siap, dari keamanan hingga kenyamanan penumpang. “Kami melakukan pengecekan mendalam terhadap kesiapan personel, kelengkapan administrasi operasi, hingga sarana prasarana pendukung seperti alat komunikasi, kotak P3K, dan kelengkapan individual anggota. Semua harus siap demi pelayanan maksimal,” tegas Budi, Senin (22/12/2025).
Patroli jalan kaki pun dilakukan. Budi Setiawan dan rombongan menyusuri pelabuhan, memantau situasi langsung. Ia bahkan menyempatkan ngobrol dengan calon penumpang. Tujuannya satu: memastikan mereka merasa aman dan nyaman sebelum menyeberang.
Sinergi antarinstansi di sini terlihat nyata. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan polisi. Tampak hadir perwakilan dari BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Koramil 01/Bengkalis. Tenaga kesehatan dan SAR juga tak ketinggalan. Total, ada 23 personel gabungan yang disiagakan di pos tersebut perpaduan dari Polri, TNI, Dishub, dan instansi terkait lainnya.
Soal persiapan teknis, pihak kepolisian sudah mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang. Saat ini, tiga kapal roro sudah beroperasi: KMP Swarna Putri, KMP Bahari Nusantara, dan KMP Pertiwi. Kondisi ini jauh lebih baik ketimbang beberapa waktu lalu, yang sempat diwarnai antrean panjang dan isu terbatasnya distribusi BBM.
Namun begitu, mereka tak berpuas diri. Menghadapi puncak arus mudik Nataru, rencananya akan ada tambahan satu unit kapal lagi. “Sehingga total 4 kapal akan melayani rute penyeberangan,” ujar Kapolres. Upaya ini diharapkan bisa menjamin kelancaran arus logistik dan mobilitas warga.
Sebagai sentuhan akhir, Budi Setiawan juga membagikan paket sembako kepada petugas yang berjaga. Pesannya jelas: seluruh personel harus paham tugas pokoknya. “Kedepankan sikap humanis, tapi tetap profesional,” pesannya. Sebuah upaya konkret untuk menjaga stabilitas di titik vital transportasi laut Bengkalis ini.
Artikel Terkait
Mantan Staf Khusus Kemendikbudristek Tak Ketahui Keberadaan Jurist Tan
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Tiga Provinsi Akibat Dampak Siklon PENHA
Trump Isyaratkan Pelunakan Taktik Imigrasi Usai Penarikan Agen di Minnesota
Ibas Dorong HMI dan Pemuda Jadi Penggerak Perubahan di Milad ke-79