Banjir Belum Surut, Aksi Penjarahan Kendaraan Korban Merekam di Aceh Tamiang

- Minggu, 21 Desember 2025 | 16:40 WIB
Banjir Belum Surut, Aksi Penjarahan Kendaraan Korban Merekam di Aceh Tamiang

Bencana banjir di Aceh Tamiang ternyata diikuti kabar buruk lainnya. Banyak kendaraan milik warga yang teronggok di jalanan atau tempat parkir, justru dikabarkan menjadi sasaran penjarahan. Aksi tak bertanggung jawab ini tentu menambah beban derita korban. Pemerintah Aceh akhirnya angkat bicara soal laporan yang memilukan ini.

Juru bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengonfirmasi kabar tersebut. Menurutnya, dugaan praktik penjarahan terhadap kendaraan korban banjir memang sedang ramai dibicarakan.

"Dalam beberapa hari ini ada dugaan praktik penjarahan yang terjadi terhadap unit kendaraan korban banjir, terutama di Aceh Tamiang," ujarnya, Minggu (21/12/2025).

Informasi itu, katanya, pertama kali mencuat di media sosial. Namun begitu, pihaknya juga langsung mendapat laporan serupa dari sejumlah warga di lapangan. Situasi ini mendorong pemerintah mengimbau para pemilik kendaraan untuk segera mengamankan mobil atau motornya yang masih terdampar.

"Minimal memberitahukan kepada masyarakat setempat sebagai upaya antisipasi dan penyelamatan unit kendaraan," jelas Muhammad MTA.

Di sisi lain, pemerintah juga berharap aparat penegak hukum bisa bergerak cepat. Mereka diminta memeriksa setiap angkutan yang membawa kendaraan bekas banjir, terutama yang hendak dibawa keluar dari Aceh. Tujuannya jelas: memastikan kendaraan itu memang milik si pengangkut, bukan hasil jarahan.

Tak hanya mengandalkan aparat, peran serta masyarakat dinilai krusial. Warga diajak untuk ikut memantau dan melaporkan tindakan mencurigakan.

"Kami berharap kepada masyarakat agar turut serta memantau tindakan mencurigakan atas potensi praktik penjarahan tersebut dengan segera melaporkannya kepada pihak aparat penegak hukum," pungkasnya.

Jadi, selain berjuang menghadapi dampak banjir, warga Aceh Tamiang kini harus ekstra waspada. Melindungi harta benda yang tersisa dari tangan-tangan jahil menjadi tantangan berikutnya.

Komentar