Namun begitu, dia membantah keras tudingan bahwa Rusia yang mengulur-ulur pembicaraan perdamaian. Menurutnya, justru Moskow yang sudah menyetujui "beberapa kompromi" dalam proposal yang diusulkan, terutama oleh Amerika Serikat.
Demikian Putin menegaskan posisinya.
Proposal yang dimaksud sendiri konon sudah disempurnakan oleh AS, Ukraina, dan sekutu-sekutu Eropa. Kabarnya, draft terbaru ini memenuhi sebagian besar tuntutan inti Rusia soal bagaimana konflik harus diakhiri. Sebuah tawaran yang, setidaknya menurut banyak pengamat, seharusnya sulit ditolak. Tapi di lapangan, situasinya tetap rumit. Dan Putin, dengan segala retorikanya, sepertinya sedang menunggu langkah berikutnya dari pihak lain.
Artikel Terkait
Pendukung Maduro Berunjuk Rasa di Luar Pengadilan New York
Seo Kang Joon hingga Jisoo BLACKPINK, Ini 5 Rekomendasi Drama untuk Temani Libur Lebaran
Lebih dari 9 Juta Wajib Pajak Sudah Laporkan SPT Tahunan 2025
Data WIPO 2024: China hingga Korea Selatan Kuasai 4 Besar Paten Global, Indonesia Peringkat 29