Seorang warga negara Rusia kini berhadapan dengan dakwaan mata-mata dari otoritas Israel. Intinya, dia dituduh bekerja untuk intelijen Iran. Menurut keterangan resmi, pria itu ditugasi memotret pelabuhan dan berbagai infrastruktur penting di Israel, semua atas arahan langsung dari Teheran.
Polisi dan badan keamanan dalam negeri Israel mengeluarkan pernyataan bersama soal ini. Mereka menyebut, aktivitas spionase itu dibayar menggunakan mata uang digital. Kabar ini dilaporkan oleh Reuters, Jumat lalu.
Ini bukan hal baru, sebenarnya. Konflik terselubung antara Israel dan Iran sudah berlangsung puluhan tahun. Namun situasinya berubah drastis sekitar Juni lalu, ketika perang dingin itu memanas jadi konfrontasi langsung.
Israel diketahui melancarkan serangan ke sejumlah target di dalam wilayah Iran. Beberapa operasi bahkan melibatkan pasukan komando Mossad yang ditempatkan jauh di dalam negara tersebut. Jadi, perang bayangan ini sudah masuk fase yang jauh lebih berisiko.
Artikel Terkait
Setelah Dengar Janji Prabowo, MUI Balik Arah Dukung Indonesia Masuk Dewan Perdamaian
Jembatan Baru di Sri Meranti: Dari Kayu Lapuk Jadi Beton Kokoh untuk 250 Keluarga
200 Kg Ganja Digagalkan di Langkat, Tiga Kurir Diamankan
Saksi Google Ungkap Pertemuan Bos Asia Pasifik dengan Sejumlah Menteri di Sidang Korupsi Chromebook