Trump Hentikan Lotre Green Card, Tuding Program Picu Aksi Kekerasan Kampus

- Jumat, 19 Desember 2025 | 16:20 WIB
Trump Hentikan Lotre Green Card, Tuding Program Picu Aksi Kekerasan Kampus

Kebijakan imigrasi AS kembali berubah arah secara mendadak. Presiden Donald Trump memerintahkan penghentian sementara program lotre green card yang telah berjalan bertahun-tahun. Lewat program itu, puluhan ribu warga asing setiap tahunnya diberi kesempatan untuk mendapatkan status penduduk tetap Amerika.

Pengumuman mengejutkan ini disampaikan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, lewat sebuah postingan di media sosial X, Kamis waktu setempat. Dia menyatakan tindakan itu diambil langsung atas arahan Trump.

"Atas arahan Presiden Trump, saya telah memerintahkan Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS untuk menangguhkan program lotre green card," tulis Noem.

Latar belakang keputusan ini ternyata kelam. Noem menyoroti dua insiden penembakan yang baru-baru ini mengguncang. Pertama, kasus di Brown University yang menewaskan dua mahasiswa. Lalu, penembakan fatal terhadap seorang profesor fisika dari MIT. Pelaku dari kedua insiden disebut-sebut masuk ke Amerika melalui jalur undian tersebut.

"Individu keji ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk ke negara kita,"

Ucapannya tegas, penuh kegeraman.

Soal siapa pelakunya, otoritas setempat telah mengidentifikasi. Claudio Neves Valente, warga Portugal berusia 48 tahun yang pernah menjadi mahasiswa Brown. Namun cerita itu berakhir tragis. Kepala Kepolisian Providence, Oscar Perez, mengonfirmasi Valente ditemukan tewas bunuh diri di sebuah unit penyimpanan di New Hampshire. Dua senjata api ada di dekatnya. Polisi meyakini dia bertindak sendirian.

Green card sendiri bukan sekadar dokumen. Ia adalah tiket menuju status "penduduk tetap" dan pintu awal untuk menggapai kewarganegaraan AS setelah beberapa tahun. Program lotrenya sendiri adalah ciptaan Kongres. Kini, dengan satu perintah, program yang memberi harapan bagi banyak orang itu terhenti. Alasannya jelas: keamanan nasional. Tapi dampaknya? Itu cerita lain yang masih harus ditunggu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar