"Dibilang kalau tidak bencana nasional, sarana, prasarana, fasilitas tidak ada dari pusat. Sudah dijawab juga di lapangan," tegasnya.
"100 lebih kapal, pesawat, helikopter, sudah ke sana. Ada alat berat dari PU mungkin, totalnya sekitar seribu mungkin. Diangkut dari mana pun di Indonesia ini, diangkut ke sana."
Menurut Teddy, sejak hari pertama bencana melanda pada 26 November, pemerintah pusat sudah melakukan mobilisasi skala nasional untuk tiga provinsi tersebut. Lebih dari 50 ribu personel TNI-Polri dikerahkan. Petugas Basarnas, BNPB, dan ribuan relawan juga sudah berjibaku di lapangan sejak dini.
Soal anggaran pemulihan pun ia pastikan akan cair. Isu bahwa dana tak akan digelontorkan jika statusnya bukan bencana nasional dibantahnya. Pemerintah pusat telah menyiapkan dana sebesar Rp 60 triliun untuk tahap pemulihan.
"Bapak Presiden sudah jawab dari awal. Semuanya ini akan menggunakan dana pusat," jelas Teddy.
"Disampaikan Rp 60 triliun sudah dikeluarkan secara berangsur untuk membangun kembali rumah sementara, rumah hunian tetap, fasilitas semuanya, gedung DPRD, kecamatan juga, dan juga langsung seluruh Bupati, Wali Kota, 52 itu, diberikan uang cash untuk di hari itu."
Ia mengakui proses pemulihan membutuhkan waktu. Tapi dengan kerja sama semua pihak, kata dia, beban yang ditanggung saudara-saudara di Aceh dan Sumatera bisa sedikit terangkat. Intinya, semua sudah digerakkan. Tinggal menunggu waktu untuk pulih sepenuhnya.
Artikel Terkait
Harga BBM Nasional Tetap Stabil Meski Konflik Timur Tengak Picu Ketegangan Global
Misteri Batu Berjalan di Death Valley Terpecahkan Berkat Es dan Angin
Warga Swiss Ditahan di Bali Usai Hina Hari Raya Nyepi di Media Sosial
Satgas Damai Cartenz Korbankan Mudik Lebaran untuk Jaga Stabilitas di Kiwirok