Satgas Damai Cartenz Korbankan Mudik Lebaran untuk Jaga Stabilitas di Kiwirok

- Senin, 23 Maret 2026 | 12:00 WIB
Satgas Damai Cartenz Korbankan Mudik Lebaran untuk Jaga Stabilitas di Kiwirok

KIWIROK - Lebaran identik dengan mudik dan kumpul keluarga. Tapi coba tengok ke Kiwirok, di pedalaman Papua Pegunungan ini. Di sini, para personel Satgas Operasi Damai Cartenz justru memilih bertahan. Mereka menahan rindu demi satu hal: menjaga agar NKRI tetap tenang.

Suasana Idul Fitri di daerah lain mungkin penuh tawa dan silaturahmi. Di Kiwirok, nuansanya agak berbeda. Kehadiran aparat keamanan menjadi penopang penting. Bagaimana tidak? Aktivitas warga sehari-hari, dari anak-anak berangkat sekolah sampai orang tua berjualan di pasar, sangat bergantung pada situasi yang kondusif. Rasanya belum sepenuhnya bebas dari kekhawatiran.

Masyarakat di sini sebenarnya hanya punya harapan sederhana: bisa hidup normal tanpa ancaman. Ketenangan adalah kebutuhan pokok yang kadang masih terasa mahal.

Satgas Damai Cartenz berjaga di Kiwirok Papua saat Lebaran, menyimpan rindu demi menjaga keamanan masyarakat. (Foto: Ist)

Nah, dalam konteks inilah Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 hadir. Keberadaan mereka lebih dari sekadar simbol. Di lapangan, pendekatannya terukur, menggabungkan pengamanan wilayah dengan penegakan hukum yang konsisten.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Dr Faizal Ramadhani, punya penekanan khusus.

“Upaya yang kami lakukan bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat hidup dalam suasana yang aman, penuh kebersamaan, dan saling melindungi satu sama lain,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

“Stabilitas yang dibangun bukan hanya soal situasi yang kondusif, tetapi juga tentang bagaimana kepercayaan dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat dapat tumbuh dan terjaga.”

Jadi, fokusnya bukan cuma penindakan. Perlindungan dan interaksi dengan warga justru jadi prioritas. Mereka aktif mendengarkan, membangun komunikasi, dan berusaha meraih kepercayaan.

Pendekatan humanis ini juga ditegaskan oleh Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol Adarma Sinaga.

“Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal,” katanya.

“Melalui pendekatan yang humanis, kami berupaya membangun komunikasi, mendengar kebutuhan masyarakat, serta memastikan setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan perlindungan dan manfaat nyata.”

Lambat laun, dampaknya mulai terasa. Perlahan-lahan, kehidupan bergerak mendekati normal. Anak-anak sudah lebih berani ke sekolah, interaksi sosial membaik, dan roda perekonomian kecil-kecilan mulai berputar lagi.

Tentu saja, membangun stabilitas di wilayah seperti Kiwirok bukan pekerjaan instan. Butuh waktu dan konsistensi yang luar biasa.

Dan di balik semua tugas berat itu, ada pengorbanan personal yang dalam. Mereka merelakan momen Lebaran jauh dari sanak keluarga. Tapi, mungkin inilah bentuk pengabdian yang sesungguhnya. Sebuah pilihan untuk memastikan bahwa rasa aman bisa dirasakan oleh semua, bahkan di pelosok negeri.

Satgas Damai Cartenz berjaga di Kiwirok Papua saat Lebaran, menyimpan rindu demi menjaga keamanan masyarakat. (Foto: Ist)

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar