Untuk mempercepat proses, Menkes menunjuk dua rumah sakit vertikal sebagai komando lapangan. RS Kemenkes Adam Malik di Medan ditugaskan mengawal pemulihan di Sumatera Utara dan Aceh. Sementara untuk wilayah Sumatera Barat, tanggung jawab ada di pundak RS Kemenkes M. Djamil di Padang.
Zainal Safri, Direktur Utama RS Adam Malik, membeberkan tugas timnya tak cuma soal perbaikan infrastruktur. "Selain membantu pemulihan RSUD, tim RS Adam Malik juga mengkoordinasikan pengiriman tenaga medis dan kesehatan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau untuk mengobati masyarakat," katanya.
Seiring membaiknya kondisi fasilitas, gelombang bantuan tenaga pun mulai digerakkan. Kemenkes kini memobilisasi relawan medis ke Aceh, yang termasuk wilayah paling parah terdampak. Hari ini, sekitar 100 relawan yang sudah standby di Banda Aceh akan segera diterjunkan.
Rencananya, mereka akan diikuti lebih dari 300 relawan lainnya yang berangkat dari Jakarta besok, Sabtu. Para relawan ini nantinya akan bertugas selama dua minggu penuh di RSUD dan puskesmas di daerah bencana, sebelum digantikan oleh tim susulan.
Upaya pemulihan memang masih panjang. Namun dengan koordinasi yang ketat dan sumber daya yang terus mengalir, harapan untuk normalisasi layanan kesehatan di wilayah terdampak semakin nyata.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan WFH Satu Hari Seminggu untuk ASN Usai Lebaran
Iran Bantah Klaim Trump Soal Dialog, Sebut Upaya Manipulasi Pasar Minyak
ASDP Siapkan Kapal Khusus Motor Jika Arus Balik di Bakauheni Padat
Arus Balik Lebaran Meningkat 50%, Pengelola Tol Siagakan Rekayasa Lalu Lintas