Proyeksi Harga Aluminium Global 2025: Strategi Hijau INALUM Dongkrak Daya Saing

- Minggu, 16 November 2025 | 13:30 WIB
Proyeksi Harga Aluminium Global 2025: Strategi Hijau INALUM Dongkrak Daya Saing
Proyeksi Harga Aluminium Global dan Inovasi Hijau INALUM

Proyeksi Harga Aluminium Global dan Strategi Inovasi Hijau PT Inalum

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memperkirakan harga aluminium di pasar global akan kembali ke tingkat yang normal pada tahun depan. Harga diproyeksikan stabil di kisaran USD 2.600 hingga USD 2.700 per ton. Menurut perusahaan, harga saat ini yang lebih tinggi didorong oleh kondisi eksternal yang bersifat tidak biasa atau anomali.

Direktur Pengembangan Usaha Inalum, Arif Haendra, menjelaskan bahwa kenaikan harga saat ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lonjakan harga tembaga. Dia menyatakan bahwa ketika kondisi pasar kembali normal, harga aluminium diperkirakan akan berada dalam rentang yang telah disebutkan.

Arif juga membeberkan bahwa harga aluminium yang berada di atas level proyeksi, seperti pada angka USD 2.800 per ton, akan memberikan dampak positif langsung terhadap kinerja keuangan Inalum. Setiap kenaikan harga dari level proyeksi normal dapat memberikan tambahan margin keuntungan sekitar 5 persen, asalkan biaya variabel operasional perusahaan tetap stabil.

Komitmen Inovasi untuk Industri Hijau yang Berkelanjutan

Di sisi lain, Inalum secara aktif mendorong transformasi menuju operasi industri yang lebih hijau dan berkelanjutan. Salah satu wujud nyata komitmen ini adalah penyelenggaraan Technology Innovation Seminar (TIS) 2025. Acara ini mengusung tema "Sharpening Competitiveness for a Sustainable and Green Smelter".

Direktur Operasi Inalum, Ivan Emirsyam, mengungkapkan bahwa TIS 2025 berhasil menghimpun 166 peserta yang tergabung dalam 73 tim inovasi. Beberapa hasil inovasi dari seminar serupa di tahun-tahun sebelumnya telah berhasil diterapkan dalam operasional perusahaan, memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Contoh Penerapan Inovasi Teknologi

Beberapa terobosan teknologi yang telah diimplementasikan oleh Inalum antara lain:

  • Peningkatan Kapasitas Tungku: Upgrading tungku dari 195kA menjadi 235kA berhasil meningkatkan produksi logam cair (molten metal) hingga 110 ton per tungku setiap tahunnya.
  • Modifikasi Turbin: Inovasi pada sistem turbin untuk meningkatkan efisiensi energi.
  • Konversi Energi: Beralih dari penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Gas Alam yang lebih ramah lingkungan.
  • Pengembangan Peralatan: Inovasi pada Rod Straightening Machine dan Upgrading Cover Pot untuk mendukung proses produksi yang lebih optimal.

Ivan menegaskan bahwa melalui budaya inovasi, Inalum tidak hanya menajamkan daya saingnya di pasar global tetapi juga memperkuat komitmennya dalam mewujudkan industri hijau. Technology Innovation Seminar telah menjadi wadah strategis sejak 2005 untuk mendorong terciptanya ide-ide brilian dan perbaikan berkelanjutan di seluruh ekosistem perusahaan.

Dengan langkah-langkah ini, Inalum terus berupaya mewujudkan visinya sebagai pionir industri aluminium nasional yang unggul dan berkelas dunia, dengan fokus pada keberlanjutan dan operasi yang ramah lingkungan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar