Polisi kembali membongkar praktik kejahatan yang meresahkan. Kali ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap jaringan peredaran sekaligus pembuatan uang palsu dalam mata uang asing, yakni Dolar Amerika dan Dolar Singapura. Dua orang sudah diamankan.
Menurut Direktur Ditreskrimsus, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, kasus ini terbongkar berkat informasi dari warga. Mereka melaporkan adanya uang asing palsu yang beredar dan mulai mengganggu.
"Kami dapat laporan dari masyarakat, lalu kami gelar penyelidikan. Alhamdulillah, dua tersangka berhasil kami amankan," ujar Edy, Jumat (19/12/2025).
Operasi penangkapan dimulai di Kota Tangerang, tepatnya di bawah sebuah JPO, Kamis pagi kemarin. Sekitar pukul enam pagi, seorang pria berinisial HS diamankan di dalam sebuah bus yang melintas dari Pandeglang menuju Kalideres.
Dia diduga kuat berperan sebagai pengedar.
Bukti yang disita dari HS cukup mencengangkan: hampir dua ribu lembar uang seratus dolar AS palsu, ditambah lebih dari lima ratus lembar dolar Singapura. Yang menarik, sebagian lembaran itu masih berupa lembaran utuh, belum dipotong rapi.
Tak cuma uang, polisi juga menyita barang bukti pendukung. Ada tas, ponsel, sebuah laptop, printer, dan tinta khusus. Semua peralatan itu diduga dipakai untuk mencetak uang-uang tiruan tersebut.
Dari Tangerang, penyelidikan merambat ke Pandeglang, Banten. Di sanalah tersangka kedua, ARS, berhasil diringkus. Perannya lebih teknis.
"ARS ini yang membuat desain dan sekaligus menjalankan mesin cetaknya," imbuh Edy.
Kedua tersangka kini ditahan di Mapolda Metro Jaya. Polisi masih mendalami kasus ini, mencari kemungkinan ada pelaku atau jaringan lain yang terlibat.
Menyikapi hal ini, Polda Metro Jaya mengingatkan kita semua untuk lebih hati-hati. Terutama saat bertransaksi menggunakan mata uang asing. Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, segera hubungi polisi. Layanan Call Center 110 selalu siap menerima laporan.
Artikel Terkait
Prabowo Terima Kunjungan Presiden Belarus Pekan Ini, Bahas Kerja Sama Dagang hingga Teknologi
Hakim: Nadiem Makarim Terbukti Beri Kewenangan Berlebih pada Staf Khusus
Hipertensi Bisa Sebabkan Kebutaan, Teknologi Laser Diklaim Bantu Atasi Penggumpalan Darah
Kapolda Sumsel Pimpin Doa Bersama Lintas Agama Jelang Hari Bhayangkara ke-80