"Kami memberikan edukasi-edukasi, permainan-permainan anak yang didampingi oleh pendamping. Kegiatan menggambar, menulis, hal-hal seperti itu,"
ujar Calvijn menjelaskan. Intinya, secara psikologis dan pendidikan, upaya pemenuhan kebutuhan itu berjalan.
Lalu bagaimana dengan kondisi kejiwaannya? Calvijn menyebut secara kasat mata, semuanya tampak baik-baik saja. Namun begitu, pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan final. Mereka masih menunggu laporan resmi dan hasil asesmen mendalam dari tim psikolog.
"Kita tunggu hasil tim psikolog secara tertulis. Secara empiris dikatakan kondisinya baik, sehat. Tapi kami tetap butuh data verifikasi dan asesmen terpadu untuk memastikan,"
tutupnya.
Artikel Terkait
Gedung Putih Klaim Militer AS Siap Kuasai Pulau Kharg Kapan Saja
Jakarta Barat Kerahkan 100 Truk Atasi Tumpukan Sampah di Grogol dan Tambora
Sopir Bus Relakan Lebaran Demi Antar Pemudik Pulang Kampung
Gubernur Jambi Kunjungi Pasien dan Bagikan Tali Asih di RSUD Saat Malam Idul Fitri