"Kami memberikan edukasi-edukasi, permainan-permainan anak yang didampingi oleh pendamping. Kegiatan menggambar, menulis, hal-hal seperti itu,"
ujar Calvijn menjelaskan. Intinya, secara psikologis dan pendidikan, upaya pemenuhan kebutuhan itu berjalan.
Lalu bagaimana dengan kondisi kejiwaannya? Calvijn menyebut secara kasat mata, semuanya tampak baik-baik saja. Namun begitu, pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan final. Mereka masih menunggu laporan resmi dan hasil asesmen mendalam dari tim psikolog.
"Kita tunggu hasil tim psikolog secara tertulis. Secara empiris dikatakan kondisinya baik, sehat. Tapi kami tetap butuh data verifikasi dan asesmen terpadu untuk memastikan,"
tutupnya.
Artikel Terkait
Trump Tegaskan Tak Ada Gencatan Senjata dengan Iran, Klaim AS Sudah Menang
Dharma Boutique Roastery Semarang, Warisan Pabrik Kopi Sejak 1915 yang Tetap Setia pada Rasa Nusantara
Wapres Gibran Salat Id di Istiqlal, Pengamanan Diperketat
Villarreal Hajar Real Sociedad 3-1, Melonjak ke Posisi Tiga La Liga