Kekhawatiran Ramdani jelas beralasan. Tiang yang miring dan kabel yang berantakan itu adalah ancaman, apalagi jika cuaca buruk melanda.
"Ngerinya kalau tiba-tiba (tiang) jatuh ke jalan gimana. Kayak kemarin tuh angin kencang, iya pohon aja ada yang sampai jatuh. Amit-amit kalau kejadian," ungkapnya dengan nada was-was.
Di sisi lain, Karyana (56) yang berjualan mainan di sekitar lokasi punya keluhan lain. Baginya, ini soal kenyamanan dan estetika yang hilang.
"Nggak estetik banget ya, padahal trotoarnya bagus, baru gitu," kata Karyana.
Namun begitu, dia tak menampik bahwa faktor keselamatan jauh lebih penting. Tiang-tiang yang terlihat tak stabil itu harus segera ditangani sebelum benar-benar menimbulkan musibah.
"Semoga cepet dibenerin. Ngerinya kalau ada kejadian-kejadian gitu," harapnya.
Jadi, di balik trotoar yang mulus, tersimpan potensi bahaya yang mengintai. Warga sudah menyuarakan keresahannya. Tinggal menunggu tindakan nyata sebelum semuanya terlambat.
Artikel Terkait
Paus Serukan Gencatan Senjata dan Dialog untuk Akhiri Konflik di Timur Tengah
Jasa Marga Imbau Disiplin Pengendara di Jalur One Way dan Contraflow Arus Balik
Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Perairan Halmahera Selatan
Kas PT Vale Indonesia Menyusut Drastis Didorong Ekspansi Investasi