Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) melaporkan realisasi serapan gabah yang hampir memenuhi target. Hingga saat ini, sebanyak 2.486 ton gabah telah berhasil diserap, hanya menyisakan 14 ton lagi untuk mencapai target penuh sebesar 2.500 ton yang ditetapkan untuk tahun 2025.
Kepala Kanwil Bulog SulutGo, Ermin Tora, menyatakan bahwa angka serapan yang tinggi ini mencerminkan kondisi pertanian dan produksi beras di wilayah Sulut dan Gorontalo yang sedang dalam kondisi sangat baik. Ia juga menambahkan bahwa keberadaan beras, khususnya pada bulan Oktober, berperan penting sebagai penahan inflasi di daerah.
Kegiatan serapan gabah oleh Bulog SulutGo ini terkonsentrasi di berbagai daerah sentra produksi padi utama. Beberapa daerah tersebut antara lain Bolaang Mongondow, Minahasa, Minahasa Utara, serta wilayah Gorontalo.
Pencapaian serapan gabah pada tahun 2025 ini disebut-sebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Bulog SulutGo. Ermin Tora mengungkapkan optimismenya bahwa target 2.500 ton akan terlampaui, mengingat capaian tahun-tahun sebelumnya biasanya hanya berkisar di angka 1.000 ton per tahun.
Artikel Terkait
Reza Pahlavi Serukan Perebutan Kota, Gelombang Demonstrasi Iran Kian Menggila
Eggi Sudjana dan Warisan Pengkhianatan dalam Sejarah Politik Indonesia
Lampu Huntara Menyala, Harapan Kembali di Desa Babo
Kontrak Sewa Kapal Tanpa Nilai Jelas, FMPKN Soroti Potensi Lubang Anggaran