"Setelah kaderisasi dia tidak pernah sekalipun terlihat," jelasnya lagi.
Nah, di sisi lain, tindakan Resbob ini dinilai telah melanggar prinsip-prinsip dasar GMNI. Organisasi itu selama ini mengusung semangat anti-diskriminasi, persatuan bangsa, dan tentu saja nilai-nilai kemanusiaan. Ucapannya dianggap bertolak belakang dengan semua itu.
"Kami menjunjung tinggi persatuan. Tidak memandang suku, ras, agama, atau budaya. Kami menolak keras segala bentuk SARA dan rasisme," tegas Virgiawan.
Singkatnya, keputusan pemecatan ini adalah bentuk konsekuensi. GMNI tampaknya ingin menjaga marwah organisasi dan memastikan setiap kadernya selaras dengan nilai yang diperjuangkan.
Artikel Terkait
Argentina Gantikan Finalissima dengan Uji Coba Melawan Guatemala di Tanah Air
Uni Eropa Tegas Tolak Permintaan Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz
Menteri Perhubungan Prediksi Puncak Mudik di Pelabuhan Merak Malam Ini
OJK Jatuhkan Sanksi Larangan Seumur Hidup bagi Benny Tjokro di Pasar Modal