Keributan pecah di Ketapang, Kalimantan Barat, melibatkan lima belas warga negara asing asal China. Mereka tak datang dengan tangan kosong. Parang dan senjata airsoft gun dibawa serta, digunakan untuk merusak dan menyerang.
Menurut sejumlah saksi, kekacauan ini berpusat di area perusahaan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri. Dua kendaraan perusahaan jadi sasaran amukan. Lebih parah lagi, setidaknya lima anggota TNI menjadi korban penyerangan.
Imran Kurniawan, Chief Security PT SRM, membenarkan kejadian itu. Ia menyebut lokasinya di Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi.
"Dalam aksi penyerangan ini, satu mobil dan sepeda motor perusahaan kami dirusak oleh WN China," ujar Imran.
Lantas, bagaimana awalnya? Ceritanya bermula dari sebuah drone. Sekitar pukul tiga setengah sore hari Minggu itu, empat WNA China diduga menerbangkannya di atas area tambang. Iwan, anggota pengamanan sipil yang sedang bertugas, mengetahuinya.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka