Keributan pecah di Ketapang, Kalimantan Barat, melibatkan lima belas warga negara asing asal China. Mereka tak datang dengan tangan kosong. Parang dan senjata airsoft gun dibawa serta, digunakan untuk merusak dan menyerang.
Menurut sejumlah saksi, kekacauan ini berpusat di area perusahaan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri. Dua kendaraan perusahaan jadi sasaran amukan. Lebih parah lagi, setidaknya lima anggota TNI menjadi korban penyerangan.
Imran Kurniawan, Chief Security PT SRM, membenarkan kejadian itu. Ia menyebut lokasinya di Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi.
"Dalam aksi penyerangan ini, satu mobil dan sepeda motor perusahaan kami dirusak oleh WN China," ujar Imran.
Lantas, bagaimana awalnya? Ceritanya bermula dari sebuah drone. Sekitar pukul tiga setengah sore hari Minggu itu, empat WNA China diduga menerbangkannya di atas area tambang. Iwan, anggota pengamanan sipil yang sedang bertugas, mengetahuinya.
Artikel Terkait
Penyidik Riau Gali Ruh Hukum Baru dalam Forum Kolaboratif
Kaesang Pangarep Siap Peras Darah Demi Kemenangan PSI di 2029
Ma Dong-seok dan Lisa BLACKPINK Bikin Heboh, Syuting Film di Jakarta Libatkan Rekayasa Lalu Lintas
Kaesang Menangis di Hadapan Kader, Berjanji Besarkan PSI