Kobaran Api Hanguskan 350 Kios di Pasar Induk Kramat Jati

- Selasa, 16 Desember 2025 | 06:55 WIB
Kobaran Api Hanguskan 350 Kios di Pasar Induk Kramat Jati

Api berkobar dengan dahsyat di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa pagi kemarin. Ratusan kios tak terselamatkan, habis dilalap si jago merah. Suasana kacau balau, asap mengepul tinggi mengubah langit di kawasan itu menjadi kelabu.

Menurut sejumlah saksi, insidennya mulai terasa sekitar pukul setengah delapan pagi. Udara tiba-tiba terasa begitu panas, lalu tak lama kemudian, percikan api sudah terlihat menjalar dengan cepat dari satu kios ke kios lainnya. Pedagang pun berhamburan menyelamatkan barang seadanya.

Untungnya, dari peristiwa yang meresahkan ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Tapi kerugian materinya sungguh besar. Bayangkan saja, sekitar 350 kios yang menjual buah dan aneka makanan hangus sama sekali.

"Objek terbakar 350 kios buah dan makanan. Kerugian kurang lebih Rp 10 miliar,"

Demikian penjelasan Abdul Wahid, Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Di sisi lain, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal juga mengonfirmasi hal serupa. Menurutnya, tak ada yang terluka atau meninggal dalam peristiwa ini.

"Jadi korban jiwa maupun luka tidak ada ditemukan dan semuanya alhamdulillah sehat dan selamat,"

Ucap Alfian di tengah kepulan asap yang masih tersisa.

Namun begitu, pertanyaan besar tentang penyebab kebakaran masih menggantung. Polisi belum mau buru-buru mengambil kesimpulan. Tim Puslabfor sudah diturunkan untuk memeriksa lokasi secara detail, mengumpulkan petunjuk, dan melakukan olah TKP.

"Dugaan awal kami tidak bisa menyampaikan karena ini tentunya puslabfor yang akan melakukan olah TKP dan penyelidikan. Karena tentunya nanti dari teman-teman dari Puslabfor lah yang mengetahui,"

Alfian menambahkan penjelasannya. Sekarang, tinggal menunggu hasil penyelidikan mereka. Sementara itu, para pedagang hanya bisa memandang pilu sisa-sisa usaha mereka yang telah menjadi arang.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar