"Kami mencatat potensi itu pada 14-16 Desember 2025," katanya.
Dampaknya sudah terasa. Beberapa titik di Jakarta dilaporkan mengalami pohon tumbang. Sementara itu, di pesisir Marunda, nelayan memilih untuk tak melaut karena gelombang laut yang dinilai terlalu tinggi dan berbahaya.
Namun begitu, ini belum berakhir. Prediksi BMKG menyebutkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi terjadi hingga sekitar tanggal 21 Desember mendatang. Setelah pertengahan bulan, intensitas angin memang diperkirakan mulai melandai. Meski begitu, waspada tetap perlu karena potensi hujan deras dan angin lokal masih mungkin muncul sampai akhir Desember.
Guswanto mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. "Kondisi ini bagian dari fenomena cuaca ekstrem di puncak musim hujan. Masih berpotensi hingga sekitar 21 Desember, jadi masyarakat diharap waspada terhadap dampaknya seperti pohon tumbang, genangan, atau gangguan aktivitas sehari-hari," imbuhnya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Tiga WNA Produser Konten Porno di Bali, Salah Satunya Pakai Jaket Ojol untuk Sensasi
Indonesia Diversifikasi Impor Minyak, Buka Peluang dari Rusia dan AS
Krisis Suksesi: Hanya 6% Generasi Muda Indonesia Berminat Pimpin Korporasi
Wamen Dalam Negeri Dorong Transformasi Layanan Kesehatan di RSUD Yowari Sentani