Dari puncaknya, abu vulkanik terlontar ke udara. Sayangnya, cuaca yang kurang bersahabat membuat ketinggian sebaran abu itu tak bisa dipastikan secara visual. Kabut dan awan menutupi pandangan.
Status gunung itu sendiri masih bertahan di Level II atau waspada. Imbauan pun dikeluarkan. Masyarakat diminta untuk benar-benar menjauhi radius 3 kilometer dari kawah. Aktivitas apa pun di zona itu sangat tidak disarankan.
Di sisi lain, ancaman lain juga mengintai. Warga diharap waspada terhadap aliran sungai yang berpotensi membawa banjir lahar dingin pasca-erupsi. Tak lupa, penggunaan masker sangat direkomendasikan untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik yang mungkin beterbangan.
Jadi, bagi yang tinggal di lereng atau kaki Marapi, tetap siaga dan patuhi imbauan dari pihak berwenang. Keadaan bisa berubah kapan saja.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka