Rp 7,8 Miliar Dituangkan untuk Urat Nadi Pertanian Pringsewu

- Senin, 15 Desember 2025 | 12:35 WIB
Rp 7,8 Miliar Dituangkan untuk Urat Nadi Pertanian Pringsewu

Sabtu lalu, suasana di Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, tampak berbeda. Wakil Gubernur Jihan Nurlela hadir untuk meresmikan sebuah proyek yang sudah lama dinanti: Rehabilitasi Jaringan Irigasi Way Ngison. Proyek senilai Rp 7,8 miliar ini bukan angka main-main. Menurut Jihan, ini adalah investasi nyata pemerintah provinsi untuk menguatkan tulang punggung pertanian daerah.

Dengan mengalirkannya ke 11 pekon, irigasi yang dibenahi ini diharapkan bisa langsung menyentuh kehidupan petani. Lahan seluas 1.900 hektare akan terairi, dengan 1.300 hektare di antaranya merasakan dampak paling langsung. Targetnya jelas: mendongkrak produktivitas.

“Hari ini, sebagai bentuk konkret dukungan Bapak Gubernur untuk masyarakat petani di Pringsewu, kita meresmikan rehabilitasi ini,” ujar Jihan.

Lewat keterangan tertulis yang diterima Senin (15/12/2025), dia menambahkan, “Tujuannya agar pertanian kita lebih produktif lagi, apalagi saat ini produksi Gabah Kering Giling (GKG) Lampung terus menunjukkan tren peningkatan.”

Secara teknis, pekerjaan yang dilakukan cukup komprehensif. Mereka tak cuma memperbaiki saluran sepanjang 2 kilometer, tapi juga membenahi struktur bendungnya. Pengerukan lumpur di area tampungan dilakukan agar kapasitas air kembali normal. Bahkan, jembatan inspeksi yang jadi penghubung warga dibangun ulang.

Di sisi lain, Jihan menekankan peran strategis pemerintah daerah. Sebagai perpanjangan tangan pusat, tugas mereka adalah menjaga ekosistem ekonomi sektor pertanian. Dan dalam ekosistem itu, ketersediaan air adalah urat nadi utamanya. Irigasi yang lancar bisa menentukan hidup matinya sebuah musim tanam.

Namun begitu, pembangunan fisik saja tidak cukup. Jihan mengajak semua pihak, terutama petani pengguna air, untuk ikut menjaga aset ini. Rasa memiliki, kata dia, adalah kunci keberlanjutannya.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama merasa memiliki jaringan irigasi ini,” tegasnya.

“Mari kita jaga dan awasi bersama. Jika ada hal mencurigakan atau pengerusakan oleh oknum tidak bertanggung jawab, segera laporkan ke perangkat setempat.”

Peresmian ini menjadi penanda. Pemerintah provinsi sepertinya serius menjadikan infrastruktur pertanian sebagai prioritas, selaras dengan program swasembada pangan nasional. Tinggal menunggu hasilnya di lapangan, apakah aliran air yang makin deras ini bisa mengalirkan pula kesejahteraan yang lebih merata.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar