Suasana liburan berubah jadi mimpi buruk di Pantai Bondi, Minggu (14/12). Saat komunitas Yahudi berkumpul untuk menyalakan lilin pertama Hanukkah, bunyi tembakan tiba-tiba memecah kedamaian sore itu. Menurut sejumlah saksi, kekacauan langsung menyebar.
“Saya melihat setidaknya 10 orang tergeletak di tanah dan darah di mana-mana,” ujar Harry Wilson, warga setempat berusia 30 tahun yang menyaksikan langsung kejadian itu.
Dia menggambarkan kepanikan yang melanda pantai yang biasanya ramai itu. Korban jiwa dalam insiden mengerikan ini mencapai sepuluh orang. Termasuk di antaranya adalah salah satu pelaku penembakan.
Di sisi lain, respons dari pihak berwenang datang cepat. Polisi New South Wales mengonfirmasi dua orang telah diamankan. Australian Broadcasting Corp juga melaporkan bahwa setidaknya ada dua penembak, dan salah satunya tewas di tempat.
Presiden Israel Isaac Herzog tak tinggal diam. Dia dengan keras mengecam serangan terhadap warga yang hanya ingin merayakan hari raya mereka. Herzog menyebut para penyerang sebagai “teroris keji” yang menargetkan orang-orang tak bersalah di tengah momen sukacita.
Sementara itu, di Canberra, Perdana Menteri Anthony Albanese menyuarakan duka yang mendalam. “Ini sungguh mengejutkan dan menyedihkan,” katanya, sambil menegaskan bahwa tim darurat telah dikerahkan dan berusaha menyelamatkan siapa pun yang masih bisa diselamatkan.
Petugas-petugas itu, ujarnya, masih bekerja di lapangan. Situasi memang perlahan mulai terkendali, tapi trauma yang ditinggalkan pasti akan terasa lama. Bondi, pantai ikonis yang identik dengan kehidupan santai Australia, kini tercoreng oleh tragedi tak terduga.
Artikel Terkait
OJK Apresiasi Kinerja Polri, Kepercayaan Publik Tembus 82,4 Persen
BPS: Kejujuran Masyarakat Kunci Sukses Sensus Ekonomi 2026
Halte Transjakarta Bundaran HI Ditutup Sementara Saat Puncak HUT Jakarta ke-499
Polri Mutasi 1.121 Perwira, Sejumlah Pejabat Polda Metro Jaya Berganti