Namun begitu, ada harapan besar yang dibebankan. Abdul Waras mengajak semua ormas untuk menjaga persatuan. Ia mengingatkan agar menghindari tindakan anarkis, provokasi, atau main hakim sendiri yang justru bisa merusak citra dan mengganggu ketenangan.
"Ormas diharapkan menjadi pionir dalam pencegahan tindak kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan paham radikalisme," tuturnya lagi.
Tak lupa, ia menekankan pentingnya aktif memberikan informasi ke kepolisian jika ada potensi gangguan.
Semua aktivitas, ditegaskan Kapolres, harus tetap dalam koridor hukum. Ia berharap ormas di Depok bisa tumbuh sebagai organisasi yang profesional, bermartabat, dan taat aturan. Apel pagi itu sendiri, baginya, adalah simbol. Simbol bahwa menjaga keamanan bukan cuma tugas seragam hijau, tapi tanggung jawab bersama seluruh elemen kota.
Dengan semangat 'Sinergi untuk Depok Aman', kerja sama ini diharapkan makin solid. Perwakilan dari berbagai ormas seperti GRIB, FORKABI, FBR, Pemuda Pancasila, BPPKB, FKPPI, PBB, FPMM, M1R, Banser, dan Kokam Muhammadiyah hadir, masing-masing mengirimkan sekitar sepuluh orang. Kehadiran mereka, dalam pandangan polisi, adalah wujud nyata komitmen itu sendiri. Sebuah langkah awal untuk kolaborasi yang lebih erat ke depannya.
Artikel Terkait
Di Balik Ancaman Perang, Iran Sembunyikan Pintu Kecil untuk Negosiasi
Gempa M 4,3 Guncang Laut dekat Tahuna di Tengah Malam
Kroasia Tolak Ajakan Trump Bergabung dengan Dewan Perdamaian
Sirine Banjir Bekasi Berdentang di Tengah Malam, Ini Penjelasan Wali Kota