BRImo BRI Pimpin Pasar Mobile Banking dengan 45,9 Juta Pengguna Aktif

- Selasa, 17 Maret 2026 | 10:45 WIB
BRImo BRI Pimpin Pasar Mobile Banking dengan 45,9 Juta Pengguna Aktif

Jakarta - Tren mobile banking di Indonesia terus meroket sepanjang tahun lalu. Di tengah persaingan ketat antar bank, satu nama tampil sebagai pemenang: BRImo dari BRI. Aplikasi ini berhasil mengumpulkan pengguna aktif terbanyak, mengalahkan para kompetitor utamanya.

Data dari Bank Indonesia (BI) memang menunjukkan geliat yang luar biasa. Hingga kuartal akhir 2025, volume transaksi pembayaran digital melalui aplikasi mobile dan internet tembus 14,26 miliar transaksi. Angka itu tumbuh hampir 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Perluasan jaringan merchant yang menerima pembayaran digital jadi salah satu pendorong utamanya.

Nah, kalau dilihat lebih detail, transaksi lewat aplikasi mobile naik 12,1%, sementara via internet banking naik 15,1%. Yang paling mencengangkan, transaksi QRIS melesat tinggi, mencapai 139,99% secara tahunan.

BI sendiri menilai kinerja ini didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan pedagang.

"Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant," tulis BI dalam keterangannya, seperti dikutip Senin (16/3/2026).

Lalu, bank mana saja yang punya basis pengguna mobile banking terbesar? Berikut daftarnya, berdasarkan paparan resmi masing-masing perusahaan.

1. BRI (BBRI): Raja yang Tak Tergoyahkan

Posisi puncak masih dipegang BRI. Hingga Desember 2025, pengguna aktif BRImo mencapai 45,9 juta. Jumlah itu melonjak 18,9% dibanding setahun sebelumnya.

Aquarius Rudianto, Direktur Network dan Retail Funding BRI, mengonfirmasi pencapaian ini.

"Aplikasi BRImo mencatat peningkatan yang signifikan, dimana jumlah pengguna aktif naik 18,9% YoY, menjadi 45,9 juta di Desember 2025," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (26/2/2026).

Tak cuma jumlah pengguna, nilai transaksinya juga fantastis: Rp7.076,9 triliun. Naik 26,4% year-on-year.

2. Bank Mandiri (BMRI): Pengejar yang Tangguh

Di posisi kedua, ada Bank Mandiri dengan Livin'-nya. Pengguna mobile banking mereka mencapai 37,2 juta sepanjang 2025. Pertumbuhannya cukup cepat, 27% dari tahun sebelumnya yang 29,3 juta.

Frekuensi transaksi di Livin' tembus 4,7 miliar kali. Transfer masih jadi andalan, diikuti pembayaran QR. Dari sisi nilai, transaksi lewat Livin' mencapai Rp4.401 triliun, dengan transfer lagi-lagi mendominasi kontribusinya.

3. BCA (BBCA): Raksasa yang Konsisten

BCA bercokol di peringkat ketiga. Pengguna mobile banking mereka 34,3 juta, naik 3,6%. Mungkin pertumbuhannya tak secepat pesaing, tapi volumenya tetap besar. Transaksi via mobile dan internet banking mereka mencapai 37,5 miliar kali, dengan nilai yang juga meningkat 15,2%.

4. BNI (BBNI): Si Pelompat Tinggi

Inilah bank dengan pertumbuhan pengguna paling eksplosif. Aplikasi wondr by BNI berhasil mencatatkan 12,1 juta pengguna di akhir 2025. Angka itu melonjak luar biasa, 128,3% dari Desember 2024! Nilai transaksinya pun tak main-main, Rp1.198 triliun dengan frekuensi 1,34 miliar transaksi.

5. CIMB Niaga (BNGA) & 6. BTN (BBTN)

Di belakang, persaingan tetap ketat. CIMB Niaga lewat OCTO-nya mencatat 5,9 juta pengguna, tumbuh 10,6%. Sementara BTN, dengan Bale by BTN, sukses menambah pengguna secara signifikan menjadi 3,7 juta naik 66,1%. Nilai transaksi Bale juga melesat 27,7% menjadi Rp103,6 triliun.

Jadi, begitulah peta persaingannya. Pertumbuhan memang terjadi di hampir semua bank, tapi yang jelas, perang aplikasi digital perbankan masih akan terus panas di tahun-tahun mendatang. Nasabah yang diuntungkan, tentu saja.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar