Di Ruang Oval Gedung Putih, Donald Trump kembali bicara soal perang dengan Iran. Presiden Amerika Serikat itu meyakinkan bahwa konflik yang dimulai akhir Februari itu tak akan berlangsung lama lagi. Meski begitu, menurutnya, akhir pekan ini kemungkinan besar bukanlah titik akhirnya.
"Saya rasa tidak," ujar Trump ketika ditanya wartawan apakah perang akan berakhir dalam hitungan hari ini.
Dia lalu menambahkan, "Tetapi akan segera. Tidak akan lama."
Pernyataan itu terdengar familiar. Ini sudah berapa kali, ya, Trump memberikan perkiraan waktu yang serupa? Sejak konflik berkecamuk, pernyataannya tentang kapan perang usai kerap berubah-ubah dan terkesan samar. Tak ada kejelasan yang pasti.
Namun begitu, nada optimisnya tetap sama. Sehari sebelumnya, pada Senin (16/3) waktu setempat, dia menegaskan kembali keyakinannya.
"Kita akan memiliki dunia yang lebih aman ketika perang ini berakhir. Perang ini akan segera berakhir," kata Trump.
Di balik keyakinan itu, Trump mengaku merasa terpanggil untuk bertindak. Dia menyebutnya sebagai sebuah "kewajiban", meski secara pribadi sebenarnya enggan. Menurut versinya, serangan AS terhadap Iran bukanlah sebuah pilihan, melainkan keharusan mutlak. Tanpa aksi pre-emptif itu, Trump meyakini perang nuklir bisa meletus dan bereskalasi menjadi Perang Dunia III. Narasinya jelas: ini adalah operasi militer yang terpaksa dilakukan demi mencegah bencana yang lebih besar.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi