Suasana di RSUD Koja, Kamis siang, terasa berat. Irjen Asep Edi Suheri, Kapolda Metro Jaya, baru saja menjenguk para korban tabrakan maut di SDN Kalibaru 01. Wajahnya serius. Di luar ruang perawatan, ia menyampaikan langkah konkret untuk memulihkan mental anak-anak yang selamat. "Kita akan jadwalkan, kita akan adakan kegiatan trauma healing," ujarnya kepada para wartawan yang menunggu.
Nada suaranya tegas namun terdengar prihatin. "Trauma healing untuk para siswa-siswi, anak-anak kita yang ada di SD 01. Secepatnya akan dilaksanakan," tambahnya.
Menurut Asep, upaya pemulihan psikis ini tak bisa ditunda. Bahkan, prosesnya sudah mulai berjalan untuk korban yang dirawat di rumah sakit. "Trauma healing langsung. Karena tadi rumah sakit pun sudah melaksanakan. Di Rumah Sakit Cilincing juga sudah," jelasnya.
Lalu bagaimana dengan siswa lain yang tidak dibawa ke rumah sakit?
"Nah, untuk yang di sekolah besok, saya tadi konfirmasi ke Wakil Kepala Sekolah, itu besok apakah masih libur atau belum," ungkap Asep. Rencananya, Polda akan menggandeng Pemprov DKI Jakarta untuk menggarap ini secara menyeluruh. "Nanti akan bekerja sama dengan Pak Wagub, dengan Pak Kadis Pendidikan," tuturnya. Jadi, semua siswa yang berada di lokasi saat kejadian bakal mendapat pendampingan.
Di sisi lain, pelayanan untuk keluarga korban juga tak luput dari perhatian. Polda Metro Jaya akan mendirikan posko khusus. "Yang pertama adalah dari Polda Metro Jaya akan membuat posko pelayanan bagi keluarga korban," kata Asep. Tugas itu nantinya diemban oleh Kapolres Jakarta Utara bersama Kabid Dokkes Polda.
Sementara upaya penanganan korban berjalan, penyelidikan atas kecelakaan itu sendiri sudah dimulai. Kapolda menyebutkan bahwa ia sudah meninjau lokasi kejadian. Tim dari Dirlantas dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya telah ditugaskan untuk mengolah TKP. Tujuannya jelas: mengungkap kronologi dan motif di balik insiden mobil yang menabrak sekolah itu.
"Kita akan melakukan olah TKP. Saya akan tugaskan Dirlantas dan Dirreskrimum, ya, untuk memastikan tentang motif ataupun kejadian," paparnya.
Ia berjanji akan memberikan perkembangan kasus ini secara berkala kepada publik. Namun untuk saat ini, fokus utama masih tertuju pada keselamatan dan pemulihan korban. "Langkah-langkah saat ini adalah kita memberikan pelayanan, ya, pelayanan kepada masyarakat, para siswa, para orang tua siswa, ya, orang tua korban," tegas Asep. Semua upaya dikerahkan, dari trauma healing hingga pendirian posko, sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian yang menyayat hati ini.
Artikel Terkait
Kompolnas Resmi Berkantor di Graha Sentana, Perkuat Pengawasan dan Layanan Pengaduan Digital
Laga Persija Vs Persib Dipindah ke Samarinda Imbas Kekhawatiran Keamanan di Jakarta
Pemerintah Pastikan Anggaran 165 Petugas Penjaga Perlintasan Kereta di Sumatera Barat Aman Hingga 2026, Pembangunan Palang Dimulai 2027
Erin Taulany Bantah Aniaya ART, Balik Tuding Korban Rekam dan Sebar Konten Isi Rumah