“Bahwa berdasarkan masih banyaknya daerah yang terisolir dan belum pulihnya kondisi akibat bencana, juga dengan masih berlanjutnya keadaan cuaca yang ekstrem di sebagian besar kabupaten/kota di wilayah Sumut,” jelas Bobby dalam suratnya.
Dia menegaskan, penanganan intensif dan terkoordinasi mutlak diperlukan. Untuk itu, seluruh perangkat daerah dan instansi terkait diminta bergerak cepat. Fokusnya tetap pada penyelamatan dan pemulihan warga terdampak.
Di sisi lain, angka korban yang dirilis BPBD Sumut sungguh menyayat hati. Hingga pagi tadi, korban jiwa telah mencapai 340 orang. Masih ada 128 orang lainnya yang dinyatakan hilang, nasibnya belum diketahui.
Dengan data semacam itu, wajar jika status darurat tak bisa serta-merta dicabut. Pemerintah provinsi tampaknya masih punya pekerjaan berat hingga akhir tahun ini.
Artikel Terkait
Korlantas Resmikan Fasilitas Baru di Tol Cipularang, Restorative Justice Jadi Fokus
Dukungan Agum Gumelar Perkuat Sikap Polri: Tetap Langsung di Bawah Presiden
Porsche Cayenne Hitam Pakai Plat Dinas Kemhan Ternyata Aspal
Pompa Air Polder Kalimati Meledak Usai Hujan Sembilan Jam, Warga Diimbau Waspada Banjir