Di sisi lain, Nuh juga meluruskan soal persepsi kehadiran dalam rapat pleno. Menurutnya, tak harus semua jajaran pengurus PBNU hadir secara fisik. Rapat pada Selasa (9/12) malam itu sudah dihadiri oleh perwakilan dari berbagai unsur, mulai dari tanfidziyah hingga syuriyah.
"Ya, kalau pleno kan tidak harus penuh semua. Syaratnya tidak harus penuh semua, baik dari unsur mustasyar, a'wan, semuanya. Kalau 50% plus satu, oke sudah," jelasnya.
Ia lalu menyebut contoh. "Nah, yang hadir kemarin, baik dari tanfidziyah juga hadir, buktinya sudah, tanfidziyah beliau (Saifullah Yusuf atau Gus Ipul) hadir, syuriyah juga hadir," sambung Nuh.
Intinya, Nuh ingin kubu Gus Yahya tak usah resah. Legitimasi rapat pleno itu, klaimnya, sudah sesuai AD/ART. "Gitu ya, sah sudah nggak perlu khawatir. Masa Gus Ipul nggak legitimate. Nggak perlu dipertanyakan lagi," ungkapnya meyakinkan.
Artikel Terkait
Polda Sumsel Gelar 227 Kali Khataman Al-Quran untuk Pembinaan Rohani Personel
Kapolri Dukung Rehabilitasi Taman Nasional Tesso Nilo untuk Selamatkan Gajah Sumatera
Kemenhub Siapkan Ratusan SPKLU di Jalur Mudik Utara Jawa
KPK Panggil Ulang Maktour dan SATHU untuk Dalami Peran Fuad Hasan dalam Kasus Kuota Haji