Nuh Bantah Klaim Kuorum Rapat Pleno PBNU Tak Sah

- Rabu, 10 Desember 2025 | 13:35 WIB
Nuh Bantah Klaim Kuorum Rapat Pleno PBNU Tak Sah

Rais Syuriyah PBNU, Mohammad Nuh, punya tanggapan tegas soal klaim ketidakabsahan rapat pleno di Hotel Sultan. Klaim itu sebelumnya dilontarkan oleh kubu Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Menurut Nuh, sah tidaknya rapat itu sudah jelas dan tak perlu lagi diperdebatkan.

Ia secara khusus menanggapi pernyataan Sekjen dari kubu Gus Yahya, Amin Said Husni, yang menyebut rapat tak memenuhi kuorum. Nuh bersikukuh, jumlah yang hadir justru lebih dari cukup. "Kalau kuorum ya kuorum, itu dia artinya kuorum itu di AD/ART-nya jelas sudah," ujarnya.

Rinciannya, ia menyebut aturannya adalah 50% plus satu. "Kalau 50% plus satu tidak terpenuhi, maka ditunda 30 menit. Nah, alhamdulillah kita nggak pake tunda karena dari awal sudah melebihi dari 50 plus satu, yaitu 55,39," papar Nuh di Hotel Sultan, Senayan, Rabu (10/12/2025).

Soal data, Nuh merasa punya bukti kuat. Daftar hadiran peserta, katanya, lengkap ada di pihaknya.

"Daftarnya ada, komplet. Oleh karena itu kalau dinyatakan tidak kuorum, saya kira data yang akan berbicara," tegasnya.

Di sisi lain, Nuh juga meluruskan soal persepsi kehadiran dalam rapat pleno. Menurutnya, tak harus semua jajaran pengurus PBNU hadir secara fisik. Rapat pada Selasa (9/12) malam itu sudah dihadiri oleh perwakilan dari berbagai unsur, mulai dari tanfidziyah hingga syuriyah.

"Ya, kalau pleno kan tidak harus penuh semua. Syaratnya tidak harus penuh semua, baik dari unsur mustasyar, a'wan, semuanya. Kalau 50% plus satu, oke sudah," jelasnya.

Ia lalu menyebut contoh. "Nah, yang hadir kemarin, baik dari tanfidziyah juga hadir, buktinya sudah, tanfidziyah beliau (Saifullah Yusuf atau Gus Ipul) hadir, syuriyah juga hadir," sambung Nuh.

Intinya, Nuh ingin kubu Gus Yahya tak usah resah. Legitimasi rapat pleno itu, klaimnya, sudah sesuai AD/ART. "Gitu ya, sah sudah nggak perlu khawatir. Masa Gus Ipul nggak legitimate. Nggak perlu dipertanyakan lagi," ungkapnya meyakinkan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar