Asap sudah tak nampak lagi, tapi bau hangus masih menyengat di udara sekitar Gedung Terra Drone, Jakarta Pusat. Pagi ini, Rabu (10/12), meski tragedi kebakaran hebat terjadi sehari sebelumnya, sejumlah warga masih berdatangan. Mereka ingin melihat langsung kondisi bangunan yang jadi pusat perhatian itu.
Dari pantauan di lokasi sekitar pukul 08.20 WIB, beberapa orang sengaja memarkir motor mereka di lajur lambat Jalan Letjen Suprapto. Mereka berdiri, memandang, kadang berbisik. Aksi ini bikin arus lalu lintas di lajur tersebut agak tersendat, meski tidak sampai macet total.
Gedung itu sendiri kini sudah dikepung garis polisi. Pita kuning itu membentang dari pagar luar hingga ke pintu masuk yang sudah hangus. Beberapa anggota polisi terlihat berjaga, mengawasi suasana yang masih mencekam. Di sekelilingnya, berserakan pecahan kaca dan barang-barang yang sudah jadi arang. Konon, pecahan kaca di lantai 6 itu sengaja dihancurkan petugas damkar demi upaya evakuasi korban kemarin.
Api memang sudah lama padam. Namun, dinding gedung yang gosong dan aroma sisa pembakaran masih bercerita tentang dahsyatnya kejadian semalam.
Menurut Kapolres Metro Jakpus, Kombes Susatyo Purnomo Condro, semua ini berawal dari lantai satu.
"Ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Korban jiwa dari insiden mengerikan ini mencapai 22 orang. Sebuah angka yang memilukan.
Kepala Dinas Damkar DKI Jakarta, Bayu Megantara, mengonfirmasi bahwa semua korban meninggal adalah karyawan perusahaan yang berkantor di gedung tersebut.
"Betul seluruhnya adalah karyawan Terra Drone," kata Bayu.
Dari 22 korban, 15 di antaranya perempuan dan 7 laki-laki. Sedangkan yang berhasil selamat dilaporkan ada 19 orang. Yang membuat hati semakin pilu, salah satu korban perempuan yang meninggal diketahui sedang dalam kondisi hamil.
Artikel Terkait
Hubungan Merz-Trump Retak Akibat Perang Iran: AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman
BNN Lantik 3.717 Pelajar dan Guru di Jakarta Sebagai Duta Anti Narkoba
Jisoo BLACKPINK Dituduh Desainer Belgia Tak Kembalikan Busana Senilai Ratusan Juta
Anggota DPRD Pandeglang Laporkan Pengusaha ke Polisi atas Dugaan Penipuan Rp400 Juta